Pedagang di Pantai Cemara Ketar-ketir, Puluhan Warung Hancur Dihantam Ombak

surabayapagi.com
Warga yang mempunyai warung di pinggir Pantai Cemara, Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger resah dan ketar-ketir banyak warung dihantam ombak tinggi. SP/ JBR

SURABAYAPAGI.com, Jember - Diterjang ombak tinggi membuat sebanyak puluhan pedagang warung di pinggir Pantai Cemara, Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur ketar-ketir.

Warga yang mempunyai warung tersebut mengaku resah, lantaran puluhan warung semakin lama semakin habis, karena dihantam ombak tinggi. Bahkan, sejumlah warga yang awalnya berjualan di wilayah tersebut, kini tidak dapat melanjutkan usahanya.

Baca juga: Heboh! Anak Kambing Bermata Satu Gegerkan Warga di Jember, Hanya Bertahan Hidup 12 Jam

Seperti diketahui, pengunjung yang datang ke Pantai Cemara bukan hanya warga dari Jember. Banyak yang datang dari luar. Seperti Lumajang dan Bondowoso. Oleh karenanya, banyak warga yang menjadi pedagang.

Kini, para pedagang yang warungnya rusak harus berbenah lagi dan belum bisa jualan. Sementara, sejumlah warung lainnya juga terancam dihantam gelombang. Hal itu karena, banyak posisi warung yang kini sudah dekat dengan laut, akibatnya pasir terkikis ombak besar.

Selain itu, ada juga pemilik warung yang enggan pindah lagi, karena sudah tidak ada tempat untuk membuat warung lagi. Mereka bertahan dengan memasang ratusan sak untuk pengaman warungnya agar tidak rusak dihantam ombak.

Sajib (55), warga Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, berharap Pemkab Jember atau Bupati Jember Muhammad Fawait hadir ke lokasi. Agar lokasi setempat juga menjadi perhatian pemerintah.

Baca juga: Warga Jember Tanam Puluhan Pohon Pisang, Wujud Aksi Protes Jalur Provinsi Rusak

“Harapannya bupati bisa turun langsung melihat kondisi rakyatnya. Terutama pemilik warung di Pantai Cemara,” katanya, Selasa (26/08/2025).

Dia menyebut, banyak warung yang sudah ambruk dan saat ini sebagian lainnya terancam dihantam ombak. Bahkan, ada juga rumah warga yang terancam ombak. Sehingga, pemilik rumah harus memasang ratusan sak di belakang rumahnya.

“Yang parah itu gelombang datang malam hari, pemilik warung yang awalnya pulang sore, pagi melihat warungnya sudah hancur,” kata Sajib.

Baca juga: Manfaatkan Momentum Harga Cabai Melonjak Naik, Petani di Jember Pilih Panen Lebih Awal

Sebagai informasi, ombak besar dan tinggi diprediksi akan terus terjadi hingga September 2025. Saat ini, akibat ombak besar, jarak muara sungai dengan fondasi warung hanya tinggal 1 meter. 

Sementara itu, jika ombak tinggi, Jalur Lintas Selatan (JLS) jurusan Jember - Lumajang juga terancam. Sebab, ombak yang tinggi terus terjadi dan sudah mendekati pemukiman warga. jr-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru