Anggarkan Rp9,5 Miliar

Seragam Gratis di Jombang Belum Rampung, Progres Masih 75 Persen

surabayapagi.com
Ilustrasi. Siswa yang masuk sekolah menggunakan seragam sesuai ketentuan. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang optimistis seluruh pengerjaan seragam gratis untuk siswa baru jenjang SD/MI akan rampung tepat waktu pada 20 september.

”Saat ini sudah berjalan 75 persen, targetnya selesai 20 september, insya allah tuntas,” ungkap Rhendra Kusuma, PPK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senin (01/09/2025).

Baca juga: Anggaran BGN Belum Cair, Tujuh SPPG di Sampang Berhenti Beroperasi

Adanya program tahunan ini, diharapkan bisa membantu meringankan beban orang tua siswa, khususnya pada tahun ajaran baru. Distribusi seragam secara serentak akan dilakukan setelah seluruh proses penjahitan selesai.

Jika nanti koordinator penjahit tidak dapat merampungkan tugas maksimal 20 September, maka akan dikenakan denda berjalan setiap hari. Aturannya, 1/1.000 dikalikan jumlah yang belum dikerjakan.

Sementara untuk pembagiannya, dilakukan serentak setelah seluruh seragam rampung dikerjakan. Sehingga seluruh siswa baru dapat menikmati seragam baru bersama-sama. 

Baca juga: Komitmen Majukan Pendidikan, Pemdes Karang Tanjung Wisudakan 30 Orang Selantang dan SOTH

Namun jika mengerjakan seragam tersebut belum rampung sesuai dengan targetnya, maka selama seragam nasional belum dibagikan, siswa dapat menggunakan seragam dari sekolah yang lama.

Diketahui, untuk harga jasa jahit, ongkos penjahitan seragam telah ditetapkan sebesar Rp 105 ribu per stel untuk jenjang SMP dan Rp 95 ribu per stel untuk jenjang SD. Namun, jumlah tersebut belum dipotong pajak, yakni PPN 12 persen dan PPh 2 persen.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Serahkan SK PPPK Paruh Waktu Kepada 1.119 Tenaga Non ASN

Seperti diketahui, pemerintah kabupaten Jombang mengalokasikan anggaran besar untuk program ini. Total belanja kain mencapai sekitar Rp 2,3 miliar untuk SD/MI dan Rp 3,08 miliar untuk SMP/MTs. Sementara itu, anggaran ongkos jahit dialokasikan sebesar Rp 4 miliar.

Dengan demikian, total anggaran yang dikucurkan untuk program seragam gratis ini hampir menyentuh Rp 9,5 miliar, mencakup pembelian kain dan biaya penjahitan bagi seluruh siswa penerima dan akan ditargetkan selesai distribusi pada akhir September. jb-02/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru