SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka mengatasi hama tikus yang terus merajalela di Kabupaten Lumajang, para petani akhirnya sepakat membuat sarang burung hantu yang dilakukan secara serempak sekaligus sebagai bagian dari peduli terhadap kelestarian lingkungan.
"Dengan adanya pemasangan Rumah Burung Hantu (Rubuha), harapan masyarakat petani Desa Gesang berharap lahan pertanian mereka lebih terjaga, sehingga produksi pangan dapat meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik," jelas Ketua Kelompok Tani Sidomulyo Desa Gesang Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang, Senin (01/09/2025).
Baca juga: Pesona Hutan Bambu Sumbermujur, Keindahannya Seperti Masuki Dunia Lain
Sementara itu Babinsa Gesang Koramil 0821-10/Tempeh, Serda M. Eko Widodo, melaksanakan pendampingan pembuatan sekaligus pemasangan rumah burung hantu (Rubuha) milik Kelompok Tani Sidomulyo di Dusun Kebonan RT 006 RW 009, Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan, dimulai dari proses pembuatan Rubuha di rumah Hafidz hingga pemasangannya di lahan sawah milik Jamis. Rumah burung hantu ini diharapkan mampu menjadi solusi alami untuk mengendalikan populasi hama tikus yang kerap merugikan petani.
Baca juga: Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Lahan Petani Seluas 105 Hektare Rusak
“Kami siap membantu masyarakat agar upaya pengendalian hama berjalan maksimal. Semoga pemasangan rumah burung hantu ini bermanfaat dan membawa hasil panen yang lebih baik, semoga langkah ini akan sangat membantu petani menjaga hasil panen tetap optimal,” jelas Babinsa Gesang, Serda M. Eko Widodo.
Menurutnya, pemasangan Rubuha merupakan inovasi tepat guna yang sejalan dengan program pemerintah dalam pengendalian hama tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penggunaan pestisida kimia.
Baca juga: Rawan Bahaya Erupsi, Aktivitas Tambang di Gunung Semeru Ditutup Sementara
Selain itu, pemilihan burung hantu lantaran burung tersebut dikenal sebagai predator alami tikus sawah. Dengan keberadaan Rubuha, diharapkan populasi burung hantu bisa berkembang sehingga dapat menekan kerugian petani akibat serangan hama.
“Metode ini ramah lingkungan dan sudah terbukti efektif. Semoga para petani semakin mandiri dan produktivitas pertanian di Gesang meningkat,” tutupnya. lj-01/dsy
Editor : Desy Ayu