SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini, kabar kurang menyenangkan datang dari pabrikan mewah milik Elon Musk yakni Tesla yang dikabarkan diam-diam menghentikan Cybertruck versi termurahnya atau varian RWD yang dibanderol di harga 70.000 dollar AS atau kisaran Rp1,2 miliaran. Padahal baru saja meluncur pada bulan April lalu, Rabu (17/09/2025).
Tesla bahkan menghapus jejak keberadaannya dari situs webnya. Atas penghentian produksinya yang sangat cepat ini, dipastikan bahwa model RWD terjual lebih buruk daripada dua versi lainnya. Kini, Cybertruck entry level hadir dalam versi berpenggerak semua roda (AWD).
Baca juga: Tawarkan Fitur Mobil Otonom Canggih 'MB.DRIVE ASSIST PRO', Mercedes-Benz Siap Tantang Tesla
Meskipun model AWD secara teknis memenuhi syarat untuk mendapatkan keringanan pajak setidaknya untuk beberapa minggu ke depan, langkah ini kemungkinan tidak akan membantu meningkatkan penjualan secara signifikan.
Baca juga: Mulai 2026 Jeep Diam-diam Hentikan Produksi PHEV di Amerika Utara, Fokus di Segmen Elektrifikasi
Tampaknya, Tesla menyadari bahwa menjual Cybertruck "murah" mirip seperti menjual kapal pesiar murah, alias tidak pengaruhi penjualan perusahaan. Jika dilihat spesifikasinya demi penyesuaian harga, Cybertruck RWD memang mendapatkan beberapa penyesuaian. Dari membuang motor depan, mengorbankan kemampuan daya angkut dan penarik, bahkan akselerasinya lebih lambat.
Lebih lanjut, untuk suspensi udara juga dihilangkan, dan menggunakan pelek 18 inci dibandingkan dengan pelek standar 20 inci pada AWD. Pengorbanan juga dilakukan pada interior, kursinya tidak berventilasi dan dilapisi kain, jumlah speaker berkurang setengahnya serta kehilangan kaca spion belakang.
Baca juga: China Bakal Rem Produksi Baterai Pasca Penjualan Mobil Listrik Mulai Lesu
Meski demikian, Cybertruck sendiri belum sepenuhnya mencapai kesuksesan yang diharapkan Tesla. Hal ini bisa jadi karena Tesla gagal memenuhi target harga dan performa yang dijanjikan. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu