Cerdas Hadapi Hoaks, The Asian Parent Bekali Orang Tua di Surabaya dengan Fakta Kesehatan Anak

surabayapagi.com
Acara bertajuk "The Asian Parent On the Go Road to Surabaya" ini sukses menarik antusiasme puluhan orang tua di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, pada Sabtu (27/9/2025).

SURABAYA PAGI, Surabaya– Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap kali menyesatkan, The Asian Parent Indonesia mengambil langkah proaktif dengan menggelar seminar edukatif untuk memerangi hoaks seputar kesehatan anak.

Acara bertajuk "The Asian Parent On the Go Road to Surabaya" ini sukses menarik antusiasme puluhan orang tua di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, pada Sabtu (27/9/2025).

Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk membekali para orang tua dengan pengetahuan yang valid dan berbasis ilmiah langsung dari para ahlinya. Topik-topik krusial, mulai dari penanganan penyakit umum pada anak, pemahaman mitos dan fakta, hingga pemberian obat yang tepat, dikupas tuntas dalam serangkaian sesi talkshow yang interaktif.

Puluhan peserta antusias mengikuti acara tersebut.

Meluruskan Mitos Populer: Yogurt dan Parasetamol

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah pembahasan mengenai mitos yang telah lama beredar di masyarakat. Dr. Hans Natanael, Sp.A., seorang dokter spesialis anak, secara tegas membantah anggapan bahwa yogurt dapat menyebabkan diare pada anak karena rasanya yang asam.

“Justru sebaliknya, yogurt merupakan asupan yang sangat baik untuk sistem pencernaan anak,” tegas dr. Hans.

“Proses fermentasi pada susu memecah laktosa dan menghasilkan bakteri baik atau probiotik. Kandungan probiotik inilah yang berfungsi menjaga kesehatan usus dan melancarkan pencernaan. Jadi, anggapan yogurt menyebabkan mencret adalah murni mitos.”

Selain itu, para pakar juga meluruskan miskonsepsi mengenai penanganan demam. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah pemberian dosis parasetamol yang benar. Berbeda dengan informasi keliru yang sering beredar, dosis obat tidak diukur berdasarkan volume (mililiter) semata, melainkan berdasarkan berat badan anak dan konsentrasi obat.

“Dosis parasetamol yang direkomendasikan adalah 10 hingga 15 miligram (mg) per kilogram (kg) berat badan anak,” jelas salah seorang narasumber.

“Dosis ini dapat diberikan setiap 4 hingga 6 jam sekali. Penting bagi orang tua untuk selalu membaca label kemasan obat untuk mengetahui berapa mililiter (mL) sirup yang setara dengan dosis miligram yang dibutuhkan, karena setiap merek bisa memiliki konsentrasi yang berbeda.”

Para ahli juga mengingatkan bahwa obat penurun demam sebaiknya tidak diberikan secara terburu-buru.

"Demam adalah respons alami tubuh melawan infeksi. Jika anak masih aktif dan ceria meski suhu tubuhnya sedikit meningkat, tunda pemberian obat dan fokus pada observasi serta kenyamanan anak. Obat baru diperlukan ketika demam membuat anak terlihat lemas dan tidak nyaman," tambahnya.

Wawasan Komprehensif dari Para Profesional

Acara ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten di bidangnya, termasuk Dr. dr. Dian Pratamastuti, Sp.A., dan Praktisi Kesehatan Anak, Zenia Angelina. Setiap sesi dirancang untuk membahas tema spesifik, mulai dari manfaat antibiotik yang bijaksana, solusi untuk anak dengan alergi obat, hingga strategi menjaga imunitas di usia rentan.

Tidak hanya menjadi ajang edukasi, The Asian Parent juga merancang acara ini agar ramah bagi seluruh anggota keluarga. Berbagai fasilitas seperti kids corner, stan mewarnai, hingga aktivitas membuat es krim disediakan untuk menghibur anak-anak selama orang tua mereka menyerap ilmu.

Kehadiran stan dari berbagai jenama terkemuka seperti Tempra, Cimory, dan Pegadaian turut memeriahkan acara, menawarkan berbagai promosi menarik bagi para peserta. Tingginya antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan para orang tua di setiap akhir sesi, menunjukkan betapa besar kebutuhan masyarakat akan informasi kesehatan yang kredibel.

Melalui kegiatan ini, The Asian Parent berharap dapat menciptakan komunitas orang tua yang lebih kritis, cerdas, dan tidak mudah termakan informasi keliru, demi mewujudkan generasi anak Indonesia yang lebih sehat dan terawat secara optimal.aur

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru