Terobosan Prabowo, Senioritas di TNI tak Dibutuhkan

surabayapagi.com
Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Presiden Prabowo saat menjadi inspektur upacara hari ulang tahun (HUT) ke-80 TNI di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (5/10) bikin pernyataan yang mengejutkan.

Presiden memberi amanat sekaligus sindiran keras tentang senioritas yang kerap terjadi di lingkup seleksi kepemimpinan.

Baca juga: Pilkada Melalui DPRD, Ada Cagub Setuju, Murah!

"Saya memberi izin kepada Panglima TNI dan kepala staf dalam rangka seleksi kepemimpinan tidak perlu selalu memperhitungkan senioritas. Yang penting prestasi, pengabdian, cinta tanah air," ingat Prabowo.

Menurut akal sehat saya, ini pesan penting  Kepala Negara di hadapan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, serta ribuan prajurit. Prabowo menekankan pentingnya memberi contoh yang baik kepada para prajurit.

"Saya atas nama negara, bangsa, dan rakyat, saya ingatkan semua unsur pimpinan TNI dari setiap eselon, dari setiap tingkatan, harus selalu membina diri, dan harus selalu memberi contoh," tuturnya.

"Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan, harus kepemimpinan ing ngarso sung tulodo, harus memberikan contoh di depan. Tidak ada tempat untuk pemimpin-pemimpin yang tidak kompeten, yang tidak profesional, yang tidak mengerti tugasnya," imbuhnya menambahkan. Nah. Prabowo sudah menegaskan kompetensi dan profesional di militer. Luar biasa lompatan Prabowo.

 

***

 

Literasi bacaan saya, manajemen modern selaku menekankan pemimpin itu harus memiliki kompetensi seperti kecerdasan emosional, adaptabilitas, kemampuan komunikasi, fokus strategis, dan keterampilan interpersonal . Ini untuk mengelola perubahan dan mendorong inovasi dalam lingkungan organisasi yang dinamis. Dengan mengembangkan kompetensi ini, pemimpin dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan tim, membina pertumbuhan organisasi, dan mencapai keunggulan kompetitif di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi.  

Prabowo sepertinya melihat organisasi TNI harus menghadapi perubahan yang konstan akibat digitalisasi dan globalisasi. Lasim organisasi semacam itu membutuhkan pemimpin yang mampu beradaptasi dengan cepat.

Pemimpin yang kompeten tidak hanya mengelola, tetapi juga mampu mendorong inovasi, menghasilkan pertumbuhan, dan membawa organisasi menuju keunggulan kompetitif.

Bahkan pengembangan kepemimpinan berbasis kompetensi adalah kunci untuk memastikan organisasi lebih produktif, kolaboratif, dan mampu mencapai tujuan yang ditetapkan.

Pertanyaannya, apakah prajurit prajurit di semua pangkat sudah tersentak tidak dengan lompatan Presiden Prabowo.

 

***

Baca juga: Atlet Berprestasi, Bonus dan Jaminan Hari Tuanya

 

Catatan jurnalistik saya menyimpan file, kematian tragis Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo (23), ada di tangan para seniornya.

Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan tajam publik terhadap praktik senioritas di tubuh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Insiden yang terjadi pada 6 Agustus di markas Batalyon Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga mengingatkan bahwa kekerasan berbasis senioritas antara prajurit senior dan junior masih menjadi persoalan serius yang bahkan kerap dianggap sebagai “tradisi” di lingkungan militer.

Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) Tb Hasanuddin juga mengingatkan bahwa senior di TNI harus memberi contoh positif.

"Jangan ada sifat arogansi lah. Ya biasa-biasa saja. Toh sesudah pensiun, kita kembali menjadi masyarakat biasa. Seharusnya memberi contoh, memberikan arahan yang positif. Itu harapan saya,” tuturnya.

Itu senioritas di TNI. Saya catat senioritas antar dokter senior dengan dokter junior lebih parah. Tak kenal waktu, tak kenal tempat, bila dokter senior meminta (hendaknya) dituruti dan dikerjakan.

Senioritas di korporat saya catat juga ada. Di masa sebelum sekarang, bisa memunculkan "ketidak percayaan" kalau posisi tinggi dijabat oleh seorang yang baru, tidak berpengalaman. Kalau terjadi mosi tidak percaya, selalu menyinggung kekompakan antar karyawan senior-junior.

Baca juga: Difitnah, Prabowo Mulai Kutip Ayat al-Qur'an

Konon yang membuat prajurit di TNI tetap solid sampai dengan saat ini hanya Loyalitas, karena ada senioritas. "Karena kami loyal terhadap pangkat 1 tingkat lebih tinggi, sehingga senioritas merupakan hal terpenting dalam kehidupan kami di TNI atau pada saat melaksanakan pendidikan," kata seorang perwira TNI di Surabaya.

"Loyalitas yang saya maksud bukan hanya terhadap senior di TNI, bahkan di instansi mana pun apabila kami merasa mereka memiliki pangkat dan jabatan yang lebih, rasa loyal itu akan kami tunjukan dengan baik. Itu namanya respect the rank , salute the rank not the person," kata seorang konsultan manajemen.

Makanya militer selalu menghormati kepada pangkat yang lebih tinggi karena Pangkat itu diraih dengan susah payah.

Bagi seorang prajurit, perintah pun sesuai rantai komando dari atas ke bawah. Sistem ini sudah teruji ribuan tahun dan bekerja dengan baik.

Dilansir dari The Balance Careers, senioritas diartikan sebagai lamanya waktu seseorang mengabdi dalam suatu pekerjaan. Jadi ketika seseorang memiliki waktu lama di sebuah perusahaan, hal ini akan berimbas pula pada pangkat, status serta prioritas seseorang dalam lingkungan pekerjaan.

Seseorang yang lebih lama di perusahaan biasanya akan memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih dibandingkan lainnya. Menurut Simamora (2006), ada faktor lain seperti senioritas karyawan juga menjadi pertimbangan dalam promosi jabatan dikarenakan rasa hormat, rasa hormat, rasa hormat yang tumbuh ini akan mengurangi terjadinya perasaan iri atau kecemburuan sosial dalam proses promosi jabatan.

Namun senioritas tidak melulu bercerita tentang hal positif atau kualitas dari seorang yang bekerja lebih lama di perusahaan, beberapa kasus yang sempat viral belakangan menunjukkan bahwa senioritas dalam lingkungan kerja kerap terjadi dan mengakibatkan karyawan dengan pangkat yang lebih rendah mendapat perilaku tidak sesuai. Ini potret yang saya serap dari publik Pak Prabowo. (radityakhadaffi@gmail.com)

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru