Truk Hidrogen Otonom Hyundai XCIENT Fuel Cell Class 8 Menang Penghargaan

surabayapagi.com
XCIENT Fuel Cell Class 8. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Hyundai Motor Company bersama mitranya, PlusAI, mencetak sejarah di dunia transportasi masa depan. Kolaborasi keduanya, yaitu truk tugas berat hidrogen otonom XCIENT Fuel Cell Class 8, baru saja dinobatkan sebagai salah satu “Best Inventions of 2025” oleh majalah bergengsi TIME.

XCIENT Fuel Cell Class 8 adalah truk berat bertenaga hidrogen pertama di dunia yang diproduksi massal dengan sistem pengemudi virtual SuperDrive™ Level 4 milik PlusAI. 

Baca juga: Motor Adventure KLE500 Makin Tangguh, Cocok untuk Touring di Medan Berat

Kombinasi tersebut menghadirkan solusi mutakhir untuk pengangkutan jarak jauh, yang tidak hanya bebas emisi gas buang tetapi juga meningkatkan efisiensi logistik secara signifikan, Jumat (10/10/2025).

Truk bertenaga hidrogen telah lama disebut sebagai masa depan angkutan barang, dan Hyundai XCIENT Fuel Cell kini memimpin revolusi tersebut sebagai truk heavy-duty produksi massal pertama di dunia dengan tenaga hidrogen. 

Bukan sekadar kendaraan tanpa emisi, truk ini menawarkan kombinasi antara performa bertenaga layaknya diesel dengan efisiensi energi yang luar biasa, menjadikannya solusi vital untuk transportasi jarak jauh yang berkelanjutan.

Baca juga: Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat

Salah satu keunggulan utama truk hidrogen adalah kemudahan dan kecepatan pengisian bahan bakar. XCIENT Fuel Cell dilengkapi dengan tangki hidrogen berkapasitas sekitar 31,08 kg dengan tekanan pengisian 350 Bar. 

Kapasitas ini diklaim mampu memberikan jarak tempuh lebih dari 400 km (untuk model riged truck), sebuah angka yang sangat kompetitif untuk rute logistik regional. Waktu pengisiannya pun sangat singkat, berkisar antara 8 hingga 20 menit, jauh lebih cepat daripada pengisian daya baterai truk listrik murni.

XCIENT Fuel Cell hadir dalam berbagai konfigurasi sasis untuk memenuhi kebutuhan logistik yang beragam. Untuk model Cargo atau Rigid Truck misalnya, tersedia dalam konfigurasi 4x2 dan 6x2. 

Baca juga: Usung 4 Motor, SUV Offroad Listrik Hongqi Tertangkap Kamera Uji Coba di Musim Dingin

Konfigurasi 4x2 memiliki Berat Kotor Kendaraan Maksimum (GVW) hingga 19.500 kg dan Berat Kotor Gabungan Maksimum (GCW) hingga 38.000 kg. Sementara itu, model 6x2 lebih kokoh dengan GVW hingga 27.000 kg dan GCW mencapai 42.000 kg, menunjukkan kemampuannya mengangkut beban berat secara efisien.

Khusus pada model 6x2, tersedia fitur Kemudi Gandar Belakang (Rear-Axle Steering) yang sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan manuver di ruang sempit. Sistem Tampilan Berat Gandar (Axle Weight Display) juga disematkan untuk memantau beban dan mencegah overload. jk-04/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru