SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebanyak ratusan ekor kambing mengikuti kontes yang digelar sebagai bagian dari upaya pengusulan kambing jerabang sebagai galur (garis keturunan tertentu dan tetap) Kabupaten Tulungagung.
Kontes tersebut digelar di Lapangan Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kemarin. Sedangkan kambing yang dipamerkan bukan untuk dijual.
Baca juga: Diduga Panic Buying, Warga Ngunut Tulungagung Keluhkan Kelangkaan LPG Subsidi 3 Kg
Sebab, hewan ternak yang satu ini adalah jenis khusus yang dinamai kambing jerabang dan dinilai jenis kambing unggul, karena fisiknya sangat besar sehingga lebih menguntungkan jika diternakkan. Jerabang berasal dari kata abang atau merah dalam bahasa Jawa, menunjukkan ciri khas kambing ini selalu ada warna merahnya.
Agus Setiawan, salah satu peternak dan juga panitia kontes mengatakan, kontes ini adalah inisiatif dari para peternak yang juga didukung lembaga-lembaga terkait, termasuk Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
“Selama ini para pihak terkait, seperti Dinas Peternakan selalu mendorong kami beternak dengan baik dan benar,” ucap Agus, Senin (20/10/2025).
Baca juga: Lantik 27 Pejabat Fungsional, Bupati Gatut Ingatkan Jangan Cuma Datang Absen
Menurut Agus, kambing jerabang ini memberi nuansa dan semangat baru bagi para peternak. Apalagi, saat ini tengah ada upaya untuk mendaftarkan kambing ini sebagai galur Tulungagung.
“Secara fisik masih mirip Jawa randu, tapi ukurannya lebih besar. Tapi kalau diperhatikan detail, banyak sekali perbedaannya,” ungkap Agus.
Rencananya kontes ini akan dilaksanakan setiap enam bulan, tidak hanya di Tulungagung, tapi juga daerah lain di sekitarnya. Peserta kontes kambing jerabang ini antara lain datang dari Blitar, Kediri, Jombang, Malang, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek.
Baca juga: Diduga Keracunan MBG, 24 Siswa SD Tulungagung Alami Pusing dan Mual
Diketahui, hewan ternak ini mempunyai nilai ekonomi yang besar, seperti menggerakkan industri pakan, hasil susu, dan juga dagingnya. Bahkan kotorannya yang sering disebut sebagai srintil juga memberi manfaat, bisa diolah untuk pupuk.
Dengan semangat kerja keras, inovasi, dan kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung optimistis menjadikan daerah ini sebagai pusat pengembangan kambing lokal unggulan di Jawa Timur bahkan Indonesia. tl-01/dsy
Editor : Desy Ayu