SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Memasuki musim penghujan akhir tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, memastikan sistem peringatan dini bencana banjir (early warning system/EWS) berfungsi normal. Pasalnya, EWS tersebut memerlukan penggantian aki atau baterai karena mulai melemah.
"Dari hasil pemeriksaan, kondisi aki memang sudah menurun sehingga alat menjadi kurang responsif dalam membaca ketinggian air. Kami langsung jadwalkan penggantian agar sistem tetap berjalan normal," jelas Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun, Minggu (26/10/2025).
Baca juga: Progres Pembangunan Koperasi Merah Putih Ponorogo Ditargetkan Rampung Maret 2026
Disatu sisi, sejumlah langkah antisipasi dan mitigasi bencana hidrometeorologi dengan melakukan pengecekan berkala alat early warning system (EWS) pendeteksi banjir. Pihaknya juga telah memeriksa tiga unit EWS yang tersebar di Sungai Tempuran, Sungai Gendol, dan Sungai Grenteng.
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa jika kemampuan aki yang melemah dapat berdampak pada kecepatan sistem dalam mengirimkan sinyal peringatan dini ke pusat pemantauan. Dan jika tidak segera diganti, maka perangkat bisa rusak dan gagal memberikan peringatan saat terjadi kenaikan debit air.
Baca juga: Tanam 500 Bibit Pohon, Pemkab Ponorogo dan Warga Desa Plalangan Antisipasi Potensi Bencana
Sehingga, adanya keberadaan EWS sangat penting untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir.
"Fungsi EWS ini sangat penting, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir. Dengan alat ini, informasi peringatan dini bisa diterima lebih cepat sehingga masyarakat dapat melakukan langkah penyelamatan diri," kata dia.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Harga Bapok dan Inflasi, Ponorogo Gelar Pasar Murah Jelang Nataru
Menindaklanjuti segala antisipasi tersebut, pihaknya mengatakan BPBD akan terus memantau kondisi EWS selama musim hujan, serta tak lupa terus mengimbau masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan tanda-tanda kerusakan alat tersebut di lapangan.
"Mitigasi dini menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana. Kami pastikan seluruh peralatan siap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem," kata dia. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu