Terkendala Biaya dan Permintaan Pasar Melemah, Ford F-150 Lightning Terancam Disuntik Mati

surabayapagi.com
Ford F-150 Lightning. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ford yang merupakan produsen otomotif terbesar asal Amerika Serikat mengumumkan kabar kurang menyenangkan lantaran permintaan pasar yang terus melemah dan tekanan biaya yang semakin besar di segmen kendaraan listrik. Sehingga, produksi truk listrik andalannya, F-150 Lightning terancam disuntik mati.

Meski demikian, ford kini memilih memprioritaskan truk bermesin bensin dan hibrida yang dinilai lebih menguntungkan. Beberapa eksekutif internal perusahaan dilaporkan menilai bahwa permintaan terhadap F-150 Lightning tidak sesuai dengan ekspektasi awal saat peluncurannya.

Baca juga: Pabrikan Mobil asal Jepang di RI, Belum Sepenuhnya Gunakan Robot

Ford pertama kali memperkenalkan F-150 Lightning pada 2022 dengan harapan besar untuk menjadi pionir dalam transformasi elektrifikasi segmen truk. Namun, perjalanan model ini tidak semulus yang dibayangkan, Jumat (07/11/2025).

Baca juga: Honda Luncurkan Skuter Matic di China

Perusahaan juga menyoroti bahwa varian bermesin bensin dan hibrida memberikan margin keuntungan yang lebih baik, selain lebih efisien dari sisi bahan baku, terutama penggunaan aluminium yang lebih sedikit.

Di sisi lain, tantangan industri kendaraan listrik secara umum turut menekan posisi Ford, mulai dari tingginya biaya baterai hingga permintaan yang stagnan di pasar Amerika Serikat. Meski begitu, Ford belum sepenuhnya meninggalkan strategi elektrifikasi.

Baca juga: Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Menyikapi situasi tersebut, pihak perusahaan tengah menyiapkan generasi baru truk listrik ukuran menengah dengan harga lebih terjangkau, yakni sekitar 30.000 dolar AS atau setara Rp468 juta. Model ini direncanakan meluncur pada 2027 dan diklaim akan membawa efisiensi yang lebih baik dibanding F-150 Lightning. jk-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru