Anak Kambing Bermata Satu Lahir Gegerkan Warga di Banyuwangi

surabayapagi.com
Suhailik menunjukkan kambing mata satu miliknya yang baru saja lahir. SP/ BYW

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Baru-baru ini, warga di Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur digegerkan kelahiran anak kambing bermata satu, yang kini menarik perhatian masyarakat sekitar karena kondisi langka yang dimilikinya.

Banyak masyarakat setempat berdatangan untuk melihat langsung fenomena yang dianggap tak biasa ini. Namun, sayangnya anak kambing tersebut hanya hidup beberapa jam setelah dilahirkan dan membuat Suhailik sebagai pemilik kambing tersebut merasa sangat kehilangan.

Baca juga: Heboh! Warga Temukan Ular Sanca 3 Meter Berkeliaran di Makam Kota Pasuruan

Diketahui, peristiwa langka tersebut, menurut dokter hewan, drh. Risa Isna Fahziar mengatakan jika kondisi kambing bermata satu tersebut merupakan kelainan bawaan yang sangat langka yang disebut cyclopia.

Dimana, Cyclopia adalah kondisi ketika mata tidak berkembang secara normal dan menyatu di satu rongga karena struktur tengkorak gagal terbentuk sempurna. Umumnya tidak kompatibel dengan kehidupan. 

Baca juga: Dalam Waktu Singkat, Pelaku Pelemparan Batu KA Jayakarta Berhasil Dibekuk Petugas

“Saat lahir terlihat matanya hanya satu di bagian tengah. Itu terjadi karena cavum orbita mengalami fusi atau menyatu, sehingga organ mata yang tumbuh hanya satu," kata Risa, Minggu (30/11/2025).

Kelainan tersebut juga disertai tidak berkembangnya jaringan otak. Selain mata, kelainan juga tampak pada bagian wajah lain sebab cyclopia membuat struktur tengkorak menyempit dan tidak normal, sehingga beberapa organ wajah tidak terbentuk sempurna. 

Baca juga: Viral! Sejumlah Kuda di Wisata Bromo Disulap Bak Unicorn Warna-warni, Kena Cibiran Netizen!

Sementara itu, terkait faktor penyebab, Risa menjelaskan bahwa ada dua faktor utama yang menyebabkan cyclopia yaitu faktor genetik yang merupakan kelainan bawaan yang terjadi sejak fase awal perkembangan embrio. Atau paparan zat teratogenik selama induk bunting yaitu zat atau kandungan tertentu dalam makanan yang dapat menyebabkan cacat bawaan pada janin. 

Lebih lanjut, dalam 18 tahun pengalamanya, Risa mengaku hanya menemui tiga kasus cyclopia, yaitu dua kasus pada kucing, dan satu pada kambing yaitu milik Sehati. by-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru