RS Kemenkes Surabaya dan ARSADA Jatim Bahas Penguatan RS Berbasis Kompetensi

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Surabaya — RS Kemenkes Surabaya bersama Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Jawa Timur menggelar pertemuan strategis untuk membahas penguatan rumah sakit di era Rumah Sakit Berbasis Kompetensi. 

Pertemuan ini dihadiri para pimpinan RSUD se-Jawa Timur sebagai upaya meningkatkan mutu layanan, kompetensi SDM, dan tata kelola kesehatan yang adaptif terhadap transformasi sistem kesehatan nasional.

Baca juga: Teken MoU, MBI dan RS Kemenkes Wujudkan Sinergi Spiritualitas dan Kesehatan

Pertemuan dibuka oleh Plh Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, Martha Muliana L. Siahaan, MARS, yang menegaskan bahwa rumah sakit berbasis kompetensi membutuhkan tenaga kesehatan yang terlatih, teknologi medis yang maju, serta tata kelola berbasis data sebagai fondasi pelayanan modern.

Materi utama mengenai konsep Rumah Sakit Berbasis Kompetensi disampaikan oleh Ratih Dwi Lestari, MARS. 

Ia menekankan pentingnya integrasi kompetensi SDM, keselamatan pasien, dan efektivitas pelayanan sebagai elemen kunci dalam transformasi rumah sakit.

Sementara itu, Ketua ARSADA Jawa Timur, dr. Atok Irawan, memaparkan strategi RSUD untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan di era rumah sakit berbasis kompetensi. 

Baca juga: Resmikan RS Kemenkes Surabaya, Jokowi Tekankan Kualitas Layanan Kesehatan

"perlunya penguatan kompetensi tenaga medis, peningkatan manajemen kinerja, serta pemenuhan standar layanan nasional di setiap rumah sakit daerah," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, RS Kemenkes Surabaya turut memperkenalkan dua layanan unggulan yang memperkuat perannya sebagai pusat rujukan Indonesia Timur. 

Pertama, Layanan PET Scan pertama di Jawa Timur, yang dipresentasikan oleh Tri Pera Sucianti, dengan manfaat deteksi presisi tinggi untuk kanker dan kelainan organ. 

Kedua, Layanan Radioterapi untuk Pusat Kanker RSUP Kemenkes Surabaya, disampaikan oleh dr. Donald, Sp.OnkRad, yang menegaskan kesiapan rumah sakit menyediakan terapi radiasi terpadu bagi pasien kanker dari berbagai provinsi di kawasan Indonesia Timur.

Melalui kegiatan ini, RS Kemenkes Surabaya menegaskan posisinya sebagai Super Hub Rujukan Indonesia Timur, dengan penguatan layanan diagnostik, terapi kanker, serta layanan unggulan Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU), yang didukung peningkatan kompetensi SDM secara berkelanjutan. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru