SURABAYAPAGI.com, Malang - Demi memastikan keselamatan penumpang bus menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Pengelola Terminal Tipe A Arjosari Malang memasifkan pelaksanaan ramp check.
Sementara itu, untuk pelaksanaan ramp check dilakukan ketika setiap bus antara kota dalam provinsi (AKDP) dan antara kota antara provinsi (AKAP) yang akan keluar dari kawasan Terminal Arjosari untuk menuju ke daerah tujuan.
Baca juga: Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Pupuk Selama Libur Natal dan Tahun Baru
"Setiap hari kami melakukan ramp check ada 40 kendaraan dan saat menjelang Natal 2025 dan Tahun 2026 setiap harinya dilakukan untuk 60 kendaraan," kata Kepala Terminal Arjosari Kota Malang, Mega Perwira Donowati, Selasa (16/12/2025).
Sedangkan untuk pelaksanaan pengujian telah dimulai pada 15 Desember 2025, dimana petugas Terminal Arjosari Malang mendapati adanya satu bus AKDP yang dinyatakan belum sepenuhnya laik jalan, karena mengalami retak pada bagian kaca depan, sabuk pengaman yang tidak utuh, hingga alat pemadam api ringan (APAR) dalam sudah kadaluarsa.
Baca juga: Libur Nataru, Satpolair Polres Gresik Perketat Pengamanan di Pantai Dalegan
Petugas juga meminta kepada sopir bus segera melaporkan kondisi unitnya ke pihak perusahaan agar segera diperbaiki. Selain kondisi fisik, petugas juga menemukan bus AKDP yang masa berlaku syarat administrasi telah kadaluarsa selama tiga hari.
"Masih pelanggaran ringan maka kami melakukan peringatan. Kami juga akan bersurat ke perusahaan untuk temuan hari ini," ujarnya.
Baca juga: Dishub Jatim Siaga Penuh Hadapi Lonjakan Mobilitas Masyarakat di Libur Nataru 2025-2026
Terminal Arjosari memastikan segera melakukan verifikasi terkait administrasi angkutan itu, sebab kru bus memberikan keterangan bahwa dokumen baru dan masih aktif tidak terbawa. Selain itu, petugas juga mendapati adanya bus yang rodanya vulkanisir atau diperbarui karena alur sudah menipis.
Temuan roda vulkanisir itu membuat petugas terminal meminta kepada kru bus agar segera melaporkan temuan ini dan segera ditindaklanjuti. "Kalau memang itu hanya alasan dari kru maka kami akan lakukan tilang. Ini menyangkut keselamatan penumpang tidak ada alasan untuk itu," tuturnya. ml-01/dsy
Editor : Desy Ayu