Bulog Madiun Catat Serapan Jagung 1.455 Ton, Capaian Terbanyak di Jatim

surabayapagi.com
Ilustrasi. Salah seorang petani memeriksa jagung budidaya nya untuk siap dipanen. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Perum Bulog Kantor Cabang Madiun mencatatkan serapan jagung di wilayahnya pada 2025 mencapai 1.455 ton. Meski capaian tersebut tidak memenuhi target, meski capaian serapan jagung di Madiun menjadi yang terbanyak di Jawa Timur (Jatim).

“’Alhamdulillah jumlah itu masih terbanyak pertama di antara Cabang Bulog lainnya di Jawa Timur,” jelas Pemimpin Cabang, Perum Bulog Kantor Cabang Madiun Agung Sarianto, Kamis (08/01/2026).

Baca juga: Hingga Awal Oktober 2025, Bulog Madiun Salurkan 3.776 Ton Beras SPHP

Lebih lanjut, Agung merinci, semula Bulog Kantor Cabang Madiun mendapatkan target serapan jagung sekitar 9.500 ton. Dan untuk realisasi jagung tersebut, paling besar berasal dari wilayah Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun, dan Kota Madiun. 

“Tapi dalam perjalananya, ada ada penyesuaian kembali untuk target jagung itu, selain itu lahan (pertanian jagung) di Kota Madiun terbatas, sehingga kami dibantu yang dikelola Dinas Pertanian dan Polres ada sekitar 15 ton ke kami,” ujarnya, Kamis (08/01/2026).

Baca juga: Serapan Gabah di Madiun Capai 95 Persen, Harga Tetap Rp 6.500 per Kg

Dan karena tahun 2025 mendapatkan realiasasi yang cukup bagus, sehingga pihaknya optimistis serapan jagung pada 2026 ini juga akan cukup bagus dan akan meningkat. 

“Banyak hal ya, untuk yang tahun depan, saat di-spill targetnya akan naik. Makanya ini nanti akan kami laksanakan bareng-bareng dengan Pemerintah Daerah. “Jujur saja, pada 2025 ini kami ibaratnya baru berkenalan dengan petani jagung. Nah, sekarang dari modal itu, di tahun ini bisa kami gas lagi nantinya,” ujar dia.

Baca juga: Kapolres Blitar Gelar Audiensi dengan Petani dari 4 Daerah

Nantinya, tambah Agung menjelaskan, serapan jagung tersebut, nantinya akan dimanfaatkan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). "Jadi SPHP jagung ini disalurkan pada peternak di beberapa wilayah seperti Ngawi, Ponorogo, Blitar dan daerah lainnya," ucap dia. md-02/dsy

 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru