Mitigasi Bencana Banjir, Pemkab Situbondo Gercep Kampanyekan Bersih Sampah ke Sekolah

surabayapagi.com
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat kampanye bersih sampah untuk mitigasi bencana di SMAN 1 Panji, Situbondo, Jawa Timur. SP/ STB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya mitigasi bencana banjir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, bergerak cepat (Gercep) mengampanyekan bersih sampah dan menanam pohon kepada pelajar di sekolah-sekolah.

Pasalnya, untuk menjaga wilayahnya dari ancaman banjir luapan air sungai tak hanya butuh pembangunan fisik saja, namun juga perlunya kombinasi pendidikan kesadaran ekologis kepada generasi muda menjadi investasi jangka panjang. Sehingga, dengan adanya kesadaran ekologis yang sejak dini di bangku sekolah, dapat menekan perilaku masyarakat yang rentan terjadinya banjir.

Baca juga: Meresahkan! Musim Hujan Picu Banjir hingga Ular Masuk Rumah Warga di Pasuruan

"Hari ini kami datang ke sekolah-sekolah dan mengajak adik-adik pelajar untuk mulai peduli terhadap lingkungan, minimal mereka tidak membuang sampah sembarangan dan menanam pohon sejak dini," jelas Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Selasa (13/01/2026).

Oleh karena itu, edukasi kesadaran ekologis mengenai prinsip-prinsip keseimbangan alam bagi para pelajar penting dalam menjaga wilayah itu dari ancaman banjir.

Baca juga: Pascabanjir, Akses Jalan dan Layanan Publik di Tulungagung Mulai Pulih Perlahan

"Situbondo ini posisinya berada di wilayah hilir dan tidak akan berpindah, jadi kita yang harus beradaptasi dengan menjaga lingkungan," kata Rio.

Lebih lanjut, Bupati juga saat ini tengah fokus melakukan mitigasi fisik dengan melakukan normalisasi di berbagai titik sungai dan saluran air menunjukkan hasil yang positif. Untuk normalisasi sungai merupakan solusi jangka pendek. Dan dengan harapan, kampanye bersih dari sampah keliling ke sekolah-sekolah ini mampu menciptakan agen perubahan dari kalangan pelajar

Baca juga: Kapolres Polwan, Cekatan Atasi Banjir di Bekasi

"Kami mendapatkan informasi dari masyarakat yang selama ini jadi langganan banjir sudah tidak terjadi lagi setelah sungai dilakukan normalisasi," tuturnya. st-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru