Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati

surabayapagi.com
Momen Joko Widodo saat memberikan arahan dan pidato di Rakernas PSI di Makassar, Sulsel, Sabtu (31/1/2026).

Sejak Tahun 2022, Puan Maharani Umumkan Ketum DPP PDIP Megawati Baru akan Hadir jika PDIP Gelar Acara-acara Besar dan Penting. Puan Akui Megawati Tugaskannya Dirinya Keliling Indonesia

 

Baca juga: Pengamat Politik: Masih Saktikah Jokowi

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Beberapa kader PSI yang meninggalkan kota Makasar, Minggu (1/2) menilai pidato Jokowi, saat Rakernas PSI, di Makassar, terkesan menyindir Ketua Umum PDIP Megawati, yang tugas keliling ke DPC -DPC sejak tahun 2022, mulai dialihkan ke Puan Maharani, putrinya yang juga Ketua DPP PDIP. 

Seorang kader saat ditemui di Bandara Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, nyeletuk "kayaknya dalam kapasitas Ketua Dewan Pembina, Pak Jokowi mulai sindir Bu Megawati yang dari layar TV saya lihat mulai tampak sepuh," jelas pria asal Semarang.

"Kalau diperlukan saya harus datang saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup," tegas Jokowi.Jokowi menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan dalam Rakernas PSI, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). 

Presiden ke-7 RI Joko Widodo meminta struktur Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sampai ke RT/RW. PSI menganggap amanat itu sebagai tantangan.

"PSI siap menjalankan amanat Pak Jokowi. Seluruh kader, termasuk Ketua Umum, memandang ini sebagai tantangan sekaligus kehormatan," ujar Direktur Reformasi Birokrasi DPP PSI, Ariyo Bimmo, kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).

 

Jokowi Janji Kerja Keras

Struktur sampai akar rumput memang menjadi fokus kerja PSI ke depan. Bahkan pada acara penutupan Rakernas, kata Ariyo, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, secara terbuka memohon doa agar diberi kesehatan karena bertekad bekerja lebih keras lagi, bahkan melampaui kerja Jokowi, untuk membesarkan PSI

Jokowi menyebut dirinya akan bekerja keras dalam memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pemilu 2029 mendatang. Bahkan, Jokowi mengaku siap bekerja keras dan mati-matian untuk PSI.

Jokowi mengatakan PSI memerlukan jajaran pengurus yang militan. Jokowi pun siap bekerja keras dan mati-matian untuk PSI.

"Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, sayapun akan bekerja keras, bekerja mati-matian untuk PSI. Saudara-saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI," ucap Jokowi dengan suara lantang.

Jokowi memastikan dirinya siap datang jika diperlukan, dan masih sanggup untuk datang ke berbagai tempat di Indonesia.

 

Jokowi Siap Turun Gunung

Jokowi juga menyebut PSI membutuhkan jajaran pengurus yang militan. Dirinya bahkan siap jika harus bekerja keras dan mati-matian untuk PSI.

"Inilah yang harus kita kerjakan. Negara ini perlu partai yang baik, perlu politik kebaikan, politik untuk kebaikan," imbuhnya.

Baca juga: Pengamat Politik Nilai Jokowi Lakukan Gertakan Politik

Selain itu, Jokowi siap turun gunung hingga tingkat kecamatan demi membantu pemenangan PSI. Dia meminta PSI merampungkan struktur hingga tingkat RT/RW mengingat pemenangan Pemilu membutuhkan mesin partai yang sangat besar.

"Target PSI ini target besar, targetnya tinggi jadi mesinnya harus mesin besar. Enggak bisa struktur hanya sampai DPD, ndak bisa. Sekali lagi struktur harus sampai RT/RW," ujar Jokowi.

Jokowi lantas menyebutkan Indonesia saat ini terdiri dari 38 Provinsi, 514 kabupaten/kota hingga sekitar 7.000 kecamatan. Dia lantas menegaskan kesiapan dirinya bekerja untuk PSI.

"Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi. Semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, saya masih sanggup, saya masih sanggup, kalau perlu sampai ke kecamatan saya masih sanggup," ujar Jokowi.

Dia menegaskan PSI butuh pengurus yang militan. Untuk itu, Jokowi memastikan dirinya juga siap bekerja mati-matian untuk partai berlambang gajah tersebut.

 

Saat HUT ke-53 PDIP

Berdasarkan penelusuran Surabaya Pagi, tidak ditemukan laporan berita spesifik yang menyebutkan Megawati Soekarnoputri sakit. Apalagi berjalan dipapah oleh anaknya. Momen yang tercatat adalah momen hangat saat HUT ke-53 PDIP pada Januari 2026, di mana Megawati mendapatkan ciuman kasih dari Puan Maharani dan Prananda Prabowo saat sesi foto bersama.

Meskipun Megawati sering didampingi anaknya dalam acara formal sebagai Ketua Umum PDIP, tidak ada visualisasi atau laporan mengenai kejadian ia berjalan dipapah. 

Berdasarkan informasi yang  hingga akhir 2025, tidak ditemukan laporan atau agenda terkini yang menunjukkan Megawati Soekarnoputri aktif berkeliling kecamatan. Sebagai tokoh senior dan Ketua Umum PDI Perjuangan, aktivitasnya lebih terfokus pada agenda strategis partai dan kenegaraan tingkat nasional. 

Baca juga: PSI Sedang Mencari Tokoh, Tertarik ...

Aktivitasnya saat Ini: Megawati lebih banyak pada pengarahan kader secara nasional, rapat partai, dan menjaga stabilitas politik, bukan turun ke tingkat kecamatan secara rutin.

 

Tidak Memungkinkan Turun ke Bawah

Ketua DPP PDI-P Puan Maharani mengungkapkan alasan mengapa dirinya yang keliling Indonesia untuk konsolidasi ke jajaran PDI-P daerah dan bukan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Menurut Puan, Megawati yang merupakan ibunya itu sudah tidak memungkinkan untuk aktif turun ke bawah.

Kenapa? Kita semua sayang sama Ibu Mega kan, nah jadi saya memang termasuk orang yang meminta Ibu Mega itu enggak muter-muter seperti dulu karena kita sayang sama Ibu Mega, kita jaga kesehatannya," kata Puan dalam keterangannya, Senin (4/7/2022), Ketua DPR itu menyampaikan hal tersebut saat kunjungannya di Cirebon, Jawa Barat menemui DPC PDI-P Cirebon.

Ia mengatakan, Megawati baru akan hadir jika PDI-P menggelar acara-acara besar dan penting saja. Kendati demikian, Puan mengakui bahwa Megawati sendiri yang menugaskannya keliling Indonesia.

"Ya pertama sebagai Ketua DPP partai sebagai Ketua DPR saya ditugaskan, inget ya ditugaskan Ibu Ketua Umum (Megawati) untuk muter-muter, untuk ketemu sama keluarga besar PDI Perjuangan,” jelasnya. Mantan Menko PMK itu mengakui kadang merasa lelah karena setiap pekan harus berkeliling Indonesia. Namun, dia merasa semangat kembali saat bertemu masyarakat.

Acara lagi, acara lagi, acara lagi, kenapa? Ya ini karena saya ingin ketemu dengan keluarga besar PDI Perjuangan saya, dua tahun kita Covid gak ada pertemuan seperti ini, kan zoom lagi zoom lagi, jadi karena saya ditugaskan muter lagi muter lagi, capek enggak, cape sekali,” imbuh Puan. n dd/ma/jk/cr8/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru