SurabayaPagi, Gresik — PT Pertamina Lubricants melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Production Unit Gresik meresmikan Program Bengkel Sampah di SMK Manbaul Ulum Kebomas, Kabupaten Gresik, Kamis (5/2/2026).
Program ini dikembangkan sebagai sarana pembelajaran praktik bagi siswa dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Baca juga: Awali 2026, Pertamina Lubricants Hadirkan Program Fastron Weekend Drive
Senior CSR Officer PT Pertamina Lubricants, Asep Saputra, mengatakan program Bengkel Sampah merupakan bentuk sinergi antara dunia industri dan pendidikan dalam membentuk generasi yang memiliki keterampilan serta kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, SMK Manbaul Ulum Kebomas menunjukkan metode pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Program ini menunjukkan bahwa pembelajaran vokasi dapat dikembangkan melalui praktik langsung yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang usaha,” ujar Asep.
Kepala SMK Manbaul Ulum Kebomas, Rizky, menyampaikan bahwa keberadaan Bengkel Sampah selaras dengan komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan berbasis karakter, keterampilan, dan kepedulian lingkungan.
Ia menjelaskan, siswa telah menghasilkan berbagai produk kreatif dari limbah, seperti asbak dari tong oli bekas hingga meja dan perabot berbahan plastik daur ulang.
Capaian tersebut dinilai cukup membanggakan mengingat sekolah tersebut tidak memiliki jurusan pengelasan maupun permesinan.
“Meski tidak memiliki jurusan yang berkaitan langsung dengan pengelasan atau permesinan, siswa tetap mampu berkreasi. Keterbatasan justru menjadi tantangan yang mendorong semangat belajar mereka,” katanya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Provinsi Jawa Timur, Joko Sutoko, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara SMK Manbaul Ulum dengan Pertamina Lubricants.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pengelolaan lingkungan, peningkatan mutu pendidikan, serta daya saing lulusan.
Peresmian Bengkel Sampah ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya pemanfaatan fasilitas tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan area bengkel untuk melihat secara langsung proses pembelajaran berbasis praktik yang dilakukan siswa.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas siswa, kegiatan juga diisi dengan sesi Safe Work Practice yang membahas keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kesadaran terhadap risiko kerja, serta penerapan standar profesional dunia industri, khususnya dalam pengolahan limbah dan aktivitas bengkel.
Melalui program ini, PT Pertamina Lubricants berharap Bengkel Sampah dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa, masyarakat, serta lingkungan sekitar, sekaligus menjadi contoh pengembangan pendidikan vokasi berbasis kolaborasi industri.
Peresmian tersebut turut dihadiri perwakilan PT Pertamina Lubricants, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Provinsi Jawa Timur, pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Manbaul Ulum, serta sejumlah mitra terkait. Byb
Editor : Redaksi