Sempat Absen, Festival Reog Ponorogo Kembali Masuk Jajaran Unggul KEN 2026

surabayapagi.com
Penari Reog Ponorogo tampil dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) di Ponorogo. SP/ PNG

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) yang sebelumnya sempat absen pada 2025, kini festival tersebut kembali masuk dalam jajaran 10 besar unggulan Kalender Event Nusantara (KEN) 2026, lantaran memiliki daya tarik kuat sebagai seni budaya nasional.

"Festival Nasional Reog Ponorogo kembali masuk 10 besar Kharisma Event Nusantara 2026 dari total 125 event terpilih," ujar Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita di Ponorogo, Rabu (11/02/2026).

Baca juga: Jadi Identitas Ragam Budaya, Pusat Batik Banyuwangi Hadir di Tengah Kota

Diketahui, sebelumnya Kementerian Pariwisata menetapkan 125 event dari 38 provinsi di Indonesia sebagai bagian KEN 2026 yang digelar sepanjang Januari hingga Desember. Sehingga, kembalinya FNRP ke daftar unggulan nasional tak lepas dari status Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO yang harus diiringi upaya pelestarian berkelanjutan.

Baca juga: Tradisi Sakral ‘Manusuk Sima’, Jadi Penguat Kuat Sejarah Berdirinya Kabupaten Nganjuk

"Status UNESCO ini harus dijaga dengan langkah nyata, salah satunya konsistensi penyelenggaraan event dan penguatan pelestarian di tingkat akar rumput," ujarnya.

Saat ini, Pemkab Ponorogo tengah menyiapkan penguatan regulasi pelestarian Reog, termasuk penyusunan peraturan bupati tentang kegiatan ekstrakurikuler Reog di tingkat sekolah dasar, sekaligus sebagai bentuk penguatan menjelang peninjauan ulang status Reog Ponorogo sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada 2027.

Baca juga: Perdana! Meriahnya Kontes Kambing Jerabang di Ponorogo, 1 Ekor Tembus Puluhan Juta

Sementara itu, terkait pelaksanaan FNRP 2026, ia menyebut agenda tersebut direncanakan berlangsung pada Juni, meski jumlah dan rangkaian kegiatan masih dalam tahap pembahasan. "Masih kami sesuaikan, terutama terkait penataan anggaran menyusul kebijakan penyesuaian transfer keuangan daerah," kata Lisdyarita. pn-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru