Satgas Pangan Madiun Gercep Pantau Harga Bapok Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

surabayapagi.com
Tim Satgas Pangan Kabupaten Madiun saat memantau ketersediaan pasokan dan harga bahan pokok di Pasar Caruban. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang sebentar lagi, Tim Satuan Petugas (Satgas) Pangan Kabupaten Madiun bergerak cepat (gercep) memantau dan memastikan ketersediaan stok dan harga bahan pokok (bapok) di pasaran untuk menjaga stabilitas agar tidak melampaui harga eceran tertinggi (HET).

Pemantauan harga dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Diantaranya, petugas memantau harga sejumlah komoditas di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, cabai, bawang merah, dan bawang putih. 

Baca juga: ‎BGN Bangun Enam SPPG di Aset Pemkab Madiun, Perluas Layanan MBG

"Kami melakukan pemantauan langsung terhadap harga komoditas yang banyak dicari pembeli utamanya saat Ramadhan seperti beras, gula, sayur-mayur, cabai, minyak goreng, hingga telur. Hasilnya, masih wajar dan tidak ditemukan penjualan di atas HET," ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Madiun AKP Agus Andy Anto, Rabu (11/02/2026).

Untuk hasil pengecekan menunjukkan harga bahan pokok di Pasar Caruban masih dalam kondisi stabil dan tidak ditemukan pedagang yang menjual di atas HET. Sehingga, pihaknya menghimbau kepada pedagang agar tidak menimbun bahan pangan yang bisa menyebabkan kelangkaan dan harga naik. Pihaknya akan menindak tegas kepada para penjual bahan pangan pokok yang menimbun dan menjual di atas HET.

Baca juga: ‎SPPG Barokah Sewulan Diresmikan, Bupati Madiun Tekankan Disiplin SOP

"Bila nanti ditemukan, kami akan memberikan sanksi tegas mulai dari peringatan lisan berupa teguran hingga pencabutan izin usaha," tambahnya.

Sementara itu, saat pemantauan, stok beras di Bulog Cabang Madiun saat ini mencapai sekitar 58.000 ton yang dapat digunakan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun bantuan pangan. Sedangkan stok minyak goreng Minyakita tersedia sekitar 500.000 liter, dengan realisasi penyaluran di Kabupaten Madiun mencapai 121.380 liter.

Baca juga: Dugaan Penjualan Aset Hibah Gedung Sekolah, DPMD Turun Tangan

Sehingga, untuk mengantisipasi lonjakan harga bapok, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok dan upaya lain tersebut akan terus dilakukan secara berkala, terutama selama momentum hari besar keagamaan seperti Ramadhan dan lebaran, guna memastikan masyarakat tetap mudah memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang wajar. md-03/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru