Ramadhan, Puasa, Mohon Ampunan Hingga Bikin Event

surabayapagi.com
Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Selama bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Namun, cara perayaan dan tradisi yang dilakukan selama bulan Ramadan dari tahun ke tahun banyak perubahan. Terutama warna kegiatan anak anak muda jelang berbuka, setelah sholat tarawih dan saat Sahur. Termasuk cara perayaan dan tradisi bisa sangat beragam tergantung pada budaya dan tradisi setempat.

Baca juga: Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Ramadhan dengan berbagai event spektakuler

Ramadhan di berbagai belahan dunia dan Indonesia diwarnai event spektakuler, seperti iluminasi 30 ribu lampu LED di London, 

Ramadhan Jazz Festival di Jakarta, hingga bazar kuliner dan fashion di Ramadan Vaganza Surabaya 2025. 

Juga ada tradisi unik seperti menembak meriam di Lebanon dan pembagian Kurma Kurnia Sultan di Brunei. Even even itu menambah semarak bulan suci.

 

***

 

Sebelum bulan Ramadan dimulai, banyak masyarakat Indonesia memiliki tradisi untuk ziarah kubur atau nyekar sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Selain itu, tradisi padusan, mandi di sumber air alami untuk membersihkan diri secara fisik dan spiritual, juga sering dilakukan.

Sementara Surabaya menyelenggarakan Ramadan Vaganza di Balai Kota yang menghadirkan bazaar, live music, dan doorprize.

Aktivitas Ramadhan di Indonesia, selain ngabuburit dan bukber, terdapat tradisi seperti Nyadran di Jawa Tengah, Munggahan di Jawa Barat, Nyorog (Betawi), dan Megengan di Surabaya. 

Event-event ini tidak hanya merayakan bulan suci tetapi juga meningkatkan pariwisata dan mempererat kebersamaan.

Di Malaysia, ada bazar Ramadan yang sangat dinantikan. Bazar ini penuh dengan berbagai macam makanan untuk berbuka puasa, dari makanan tradisional hingga makanan jalanan populer.

Bazar Ramadan menjadi tempat berkumpulnya komunitas untuk berbagi dan menikmati kebersamaan

Di Brunei, tradisi tedarus sangat populer selama Ramadan. Ini adalah kegiatan mengunjungi masjid atau rumah tetangga untuk membaca Al-Quran bersama. Tradisi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang Al-Quran tetapi juga memperkuat hubungan antar anggota komunitas.

 

***

 

Padahal, makna sesungguhnya dari Ramadhan adalah bulan suci penuh berkah, rahmat, dan ampunan untuk menyucikan diri (membakar dosa-dosa) melalui peningkatan iman, takwa, dan pengendalian hawa nafsu.

Jadi bukan sekadar menahan lapar. Ramadhan adalah momentum transformasi spiritual, momen diturunkannya Al-Qur'an, dan kesempatan mendapatkan ampunan maksimal .

Baca juga: Dukung Akurasi Awal Bulan Hijriah, Lamongan Luncurkan Aplikasi Hisab Rukyat

Secara bahasa, Ramadhan berasal dari kata ramidha yang berarti panas menyengat, yang bermakna bulan ini membakar dosa-dosa manusia melalui amal saleh.

Tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183.

Puasa dinyatakan perisai yang melatih diri untuk menahan nafsu, lisan, hati, dan perbuatan buruk, bukan hanya menahan lapar dan haus.

Pendeknya, ramadhan adalah momen di mana rahmat Allah sangat luas, dan dosa-dosa masa lalu diampuni bagi mereka yang berpuasa dengan iman dan mengharap pahala (imanan wa ihtisaban).

Juga Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk, yang memotivasi umat untuk meningkatkan interaksi dengan kitab suci.

Diajarkan Ramadhan mengajarkan kepedulian sosial melalui berbagi kepada sesama, membantu yang membutuhkan, dan memperkuat hubungan antarmanusia.

Terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, tempat doa-doa diangkat dan keberkahan dilipatgandakan. 

 

***

 

Baca juga: Ngawi Astronomy Club Pilih Pantau Hilal Ramadhan 1447 Hijriah di Bukit Kerek Indah

Allah Azza wa Jalla menjadikan puasa (di Bulan Ramadhan) merupakan rukun keempat di antara Rukun Islam. 

Ramadhan sejatinya adalah latihan spiritual selama satu bulan untuk membawa dampak positif, meningkatkan moral, dan memperkuat hubungan dengan Allah sepanjang tahun.

Allah (di bulan Ramadhan) membuka  pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka dan membelenggu setan-setan. Sebagaimana dalam dua kitab shahih, Bukhari, no. 1898, Muslim, no. 1079, dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ’anhu, dia berkata: Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu”.

Pada setiap malam (bulan Ramadan) ada yang Allah bebaskan dari (siksa) neraka. Diriwayatkan Ahmad (5/256) dari hadits Abu Umamah, sesungguhnya Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Pada setiap (waktu) berbuka, Allah ada orang-orang yang dibebaskan (dari siksa neraka)” [Al-Munziri berkata: ”Sanadnya tidak mengapa”, dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih At-Targhib, no. 987]

Diriwayatkan dari Bazzar (Kasyf, no. 962), dari hadits Abu Said, dia berkata: Rasulullah sallallahu’alaihi wasallan bersabda:

“Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala memberikan kebebasan dari siksa neraka pada setiap malam –yakni di bulan Ramadan- dan sesungguhnya setiap muslim pada waktu siang dan malam memiliki doa yang terkabul (mustajabah)”. Puasa pada bulan Ramadan (merupakan) sebab terhapusnya dosa-dosa yang lampau sebelum Ramadan jika menjauhi dosa-dosa besar. Sebagaimana terdapat riwayat dalam shahih Muslim, no. 233.

Dan puasa di bulan Ramadan senilai puasa sepuluh bulan. Yang menunjukkan hal itu, adalah riwayat dalam shahih Muslim, no. 1164, dari hadits AbuAyub Al-Anshary.

Ya. Ramadhan adalah bulan suci penuh berkah, rahmat, dan ampunan, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu. Yuk. Puasa. (radityakhadaffi@gmail.com)

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru