Komisi C DPRD Kota Kediri Kunjungan di RSUD Gambiran! Berikan Dana Tambahan Rp 5 Miliar Untuk Penunjang Fasilitas Medis

Reporter : Duchan Prakasa
Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Agung Purnomo dari Fraksi Golkar

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Komisi C DPRD Kota Kediri melakukan kunjungan di RSUD Gambiran Kota Kediri, Sabtu (21/2/2026). Kunjungan tersebut tak lain ingin memastikan layanan dan fasilitas rumah sakit berjalan maksimal.

Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri, Agung Purnomo, menyampaikan bahwa secara fisik gedung baru RSUD Gambiran siap digunakan. Namun sejumlah operasionalnya masih tertunda karena menunggu penyelesaian perizinan di tingkat provinsi.

Baca juga: Gerindra Cup 2026 U 17 Resmi Dibuka, Mbak Wali Dorong Lahirnya Atlet Sepak Bola Berprestasi

Ia berharap proses tersebut dapat segera dipercepat agar fasilitas yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal, baik pelayanan hingga fasilitas rumah sakit.

“Rekomendasi kami adalah percepatan penyelesaian pekerjaan dan operasional. Unit hemodialisis menjadi prioritas utama. Harapannya, layanan HD tidak hanya untuk dewasa, tetapi juga tersedia bagi anak-anak,” ujarnya.

Baca juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Mbak Wali : Pengelolaan APBD Harus Berdampak Untuk Masyarakat

Komisi C juga mencatat adanya peningkatan jumlah mesin HD dari 16 menjadi 29 unit sebagai langkah positif dalam memperluas kapasitas layanan.

Selain mendorong percepatan operasional, Komisi C menekankan pentingnya penguatan sarana penunjang medis. Lanjut Agung, tahun ini RSUD Gambiran mendapat suntikan alokasi dana sekitar Rp 10 Miliar serta tambahan Rp 5 Miliar untuk pengadaan peralatan medis.

Baca juga: Mbak Wali Tinjau Hasil Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Hasil Swadaya Masyarakat

“Tujuannya agar RSUD Gambiran tidak kalah dengan rumah sakit umum lain di Karisidenan Kediri,” tegas Agung.

Tak hanya itu, percepatan operasional layanan cath lab atau kateterisasi jantung untuk pemasangan ring juga menjadi perhatian serius. Keberadaan fasilitas ini dinilai krusial agar warga Kota Kediri tidak perlu dirujuk ke luar daerah saat membutuhkan tindakan invasif jantung. Can

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru