SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Usai terpilih menjadi Ketua DPC Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Lamongan, Nihrul Bahi Al Haidar, atau yang akrab disapa Gus Irul, mengingatkan kepada perusahaan, wajib memberikan Tunjangan Hari Raya (THR), kepada pekerja dan tidak boleh dicicil.
Hal itu perlu ia sampaikan, karena tidak sedikit perusahan yang ada di Lamongan, masih memainkan soal hak pekerja untuk mendapatkan THR ini.
Baca juga: Persoalan Buruh tak Kunjung Selesai, Ini Penjelasan DPRD Jombang
"THR itu menjadi hal wajib bagi perusahaan, jangan main-main soal hak pekerja itu, apalagi sampai dicicil, karena itu kami akan awasi itu," kata Gus Irul saat dihubungi surabayapagi.com, pada Sabtu, (7/3/2026).
Lebih jauh kata Gus Irul, langkah tersebut dilakukan, agar hak-hak para pekerja dapat terpenuhi dengan baik, terutama menjelang momen Hari Raya Idul Fitri yang berkaitan dengan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).
“THR ini menjadi hal penting bagi para pekerja. Namun di beberapa perusahaan, informasi mengenai THR terkadang tidak disampaikan secara terbuka kepada buruh," terangnya.
Selain itu, Gus Irul juga menyebutkan bahwa, salah satu program prioritas Sarbumusi Lamongan adalah, menurunkan angka pengangguran di daerah tersebut. Ia menilai, tingkat pengangguran di Lamongan pada tahun 2026 masih tergolong cukup tinggi, meskipun berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja terjadi penurunan.
“Tingkat pengangguran masih berada di kisaran empat persen lebih. Karena itu kami juga mendukung masuknya investor ke Lamongan. Harapannya, dengan bertambahnya perusahaan, tenaga kerja lokal Lamongan bisa lebih diberdayakan,” jelasnya.
Sebelumnya, Gus Irul telah dipilih secara aklamasi oleh peserta Konferensi Cabang Saburmusi yang digelar di Onnea Cafe, Jalan Soewoko 150, Kelurahan Tlogoanyar, Lamongan, Jumat (6/3/2026) malam.
Gus Irul akan menahkodadi DPC Sarbumusi Lamongan, yang menjadi badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) periode 2026-2031. Ia menggantikan ketua sebelumnya, Agus Susanto, yang sudah habis masa tugasnya.
Konferensi Cabang tersebut dihadiri oleh Ketua DPW Sarbumusi Jawa Timur H. Imam Muchlas, Ketua PCNU Lamongan KH. Syahrul Munir, serta jajaran pengurus DPC Sarbumusi Lamongan dan pengurus basis. Kegiatan itu mengusung tema “Bersinergi Menciptakan Hubungan Industrial yang Harmonis.”
Usai terpilih, Gus Irul menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus Sarbumusi di tingkat DPW maupun DPC, serta berbagai pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Sarbumusi Lamongan.
Baca juga: Penanganan Persoalan Buruh Tak Maksimal, Sarbumusi Jombang Unjuk Rasa
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak, yang telah mendukung terselenggaranya konferensi cabang, sehingga dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga pelaksanaan Konferensi Cabang Sarbumusi Lamongan dapat berjalan dengan baik. Setelah ini kami akan segera melakukan koordinasi, untuk membentuk kepengurusan baru, agar dapat memperoleh SK dari pusat. Selanjutnya kami juga akan menggelar rapat kerja sambil mempersiapkan proses pelantikan,” ujar Gus Irul.
Ia menambahkan, sesuai arahan dari Ketua PCNU Lamongan dan Ketua DPW Sarbumusi Jawa Timur, mayoritas pekerja atau buruh pabrik di Lamongan, berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Sementara itu, Ketua DPC Sarbumusi Lamongan periode sebelumnya, Agus Susanto, mengatakan bahwa Konferensi Cabang merupakan agenda organisasi yang wajib dilaksanakan, karena masa kepengurusan sebelumnya telah berakhir.
Ia berharap, kepemimpinan baru di bawah Gus Irul, dapat membawa Sarbumusi Lamongan, menjadi organisasi buruh yang lebih maju dan berkembang.
“Alhamdulillah malam ini sudah terpilih ketua Sarbumusi Lamongan yang baru, yakni Gus Irul. Insya Allah dengan kepemimpinan beliau Sarbumusi Lamongan bisa lebih berjaya ke depan,” kata Agus.
Ia juga berpesan agar kepengurusan Sarbumusi Lamongan tetap berjalan sejalan dengan nilai-nilai Nahdlatul Ulama (NU).
“Saya titip pesan kepada Gus Irul agar Sarbumusi Lamongan tidak terlepas dari NU. Dalam setiap pergerakan harus tetap berada dalam koridor NU. Itu yang paling penting,” pungkasnya.jir
Editor : Redaksi