Kasih Karunia

Puasa di Zaman Alkitab

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ramadan adalah bulan kesembilan menurut kalender lunar, bulan di mana orang-orang menyatakan puasa di hadapan Tuhan dalam Alkitab .

Puasa di zaman Alkitab yang saya ketahui berfokus pada pengendalian diri dari keinginan daging untuk memperkuat roh.

Baca juga: Toleransi Beragama Era Modern

Sementara puasa dalam Yudaisme (dan sejarah Alkitab) seringkali berbeda secara teknis waktu dengan tradisi puasa dalam Islam saat ini. 

Yesus mengajarkan agar saat kita puasa tidak menunjukkannya kepada orang lain (tidak muram muka), melainkan melakukannya dengan tulus bagi Bapa di surga (Matius 6:16-18). 

Fokus utamanya adalah merendahkan diri, bertobat, dan mencari Tuhan (Yoel 2:12, Ezra 8:23).

Secara ringkas, Alkitab menekankan pada motivasi hati yang benar saat berpuasa, bukan sekadar menuruti tradisi kuno atau kewajiban lahiriah  

Baca juga: Asketisme

Saya baca puasa dalam Alkitab memiliki esensi  sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, merendahkan diri, dan bertobat. 

Jadi puasa Kristen umumnya bersifat sukarela, mengendalikan keinginan duniawi, dan berfokus pada hubungan spiritual, bukan sekadar menahan lapar. 

Alkitab mencatat puasa dilakukan untuk meminta bimbingan Allah, saat bertobat, atau mempersiapkan diri melakukan kehendak-Nya. Tokoh seperti Musa dan Yesus berpuasa untuk fokus pada Tuhan.

Baca juga: Kasih Kristus

Ya, ternyata, Kristen memiliki tradisi puasa sebagai bagian dari disiplin rohani untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, merendahkan diri, dan berdoa. Puasa Kristen umumnya berarti berpantang makanan/minuman, bukan kewajiban mutlak, melainkan sukarela. Sering dilakukan bersama doa dan perenungan Firman. 

Lalu bisakah seorang Kristen berpuasa selama Ramadan? Ya, seorang Kristen dapat berpuasa selama Ramadan, tetapi dengan sepenuh hati . Jika seorang Kristen ingin berpuasa sepanjang Ramadan, ia harus melakukannya dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, berdoa, dan mengasihi sesama teman Muslim. (Maria Sari)

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru