SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka menyambut malam ke-27 Ramadhan, Warga Kota Probolinggo, memiliki tradisi unik yang dikenal dengan sebutan Bi-Bi-Bi ini adalah kegiatan berbagi hadiah kepada anak-anak yang sudah menjalankan ibadah puasa selama hampir 1 bulan penuh. Untuk hadiah yang diberikan berupa aneka jajanan, minuman, hingga uang saku.
Menariknya, saat ini, tradisi Bi-Bi-Bi bahkan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda milik Kota Probolinggo. Pasalnya, Tradisi Bi-Bi merupakan bentuk apresiasi kepada anak-anak yang telah berpuasa hingga hari ke-26 Ramadhan atau menjelang malam ke-27. Warga setempat juga kerap menyebut tradisi ini sebagai "Lebarannya anak-anak".
Baca juga: Jelang Idul Fitri, Produksi Lokal Lampu Hias Pipa PVC di Probolinggo Tembus Pasar Mancanegara
Sebanyak puluhan anak-anak hingga remaja terlihat berkumpul di Gang Mangga, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo pada Senin sore. Dengan membawa kantong plastik, mereka menunggu di depan salah satu rumah warga untuk mengikuti tradisi tahunan tersebut.
Dan dalam pelaksanaannya, setiap rumah secara sukarela menyiapkan berbagai makanan ringan, minuman, hingga angpau yang kemudian dibagikan kepada anak-anak yang datang.
Suasana semakin meriah ketika terdengar teriakan "Bi-Bi-Bi", yang menjadi penanda dimulainya pembagian hadiah. Seketika, anak-anak berlarian menghampiri rumah yang membagikan jajanan. Bahkan ada yang menggendong anaknya demi mendapatkan jajanan dan hadiah yang dibagikan.
Baca juga: Air Terjun Guyangan, Wisata ‘Waterfall’ Eksotis dengan Ketinggian Air Terjun hingga 80 Meter
Lebih lanjut, menurut warga, tradisi Bi-Bi merupakan warisan leluhur yang telah ada sejak ratusan tahun lalu dan terus dilestarikan hingga sekarang sebagai bentuk penghargaan kepada anak-anak yang telah berpuasa selama Ramadhan. Selain itu, tradisi ini selalu dilaksanakan secara rutin setiap tahun menjelang Idul Fitri dan dilakukan secara turun-temurun.
Ketua RT setempat, Sulistiorini, mengatakan tradisi ini selalu dilaksanakan secara rutin setiap tahun menjelang Idul Fitri dan dilakukan secara turun-temurun.
Baca juga: Kejati Jatim Ungkap Skema Rangkap Jabatan Guru dan Pendamping Desa di Probolinggo
"Tradisi Bi-Bi-Bi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang kami dan tidak pernah terlewat setiap tahun. Warga bebas memberikan apa saja, seperti makanan ringan, minuman, atau uang, sesuai kemampuan masing-masing tanpa ada paksaan," jelas Ketua RT setempat, Sulistiorini, Selasa (17/03/2026).
Tak lupa, pihaknya juga turut berharap tradisi tersebut dapat terus dilestarikan oleh generasi berikutnya agar tetap menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat. Kini, Tradisi Bi-Bi-Bi tidak hanya menjadi kegiatan sosial warga, tetapi juga telah diakui sebagai warisan budaya tak benda Kota Probolinggo yang diharapkan tetap terjaga keberlangsungannya. pr-02/dsy
Editor : Redaksi