SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil positif di lapangan dimana anggaran Rp148.150.000 pada Tahun 2025, kini mulai memberikan harapan peningkatan ekonomi petani, melalui bantuan bibit tersebut terdiri dari varietas miki dan siger (ratu puan) yang disalurkan kepada kelompok tani di Kecamatan Dander, Temayang, Sekar, Margomulyo, Bubulan, hingga Gondang.
“Program ini bertujuan meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendukung konservasi lahan dan air,” ujar Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, Selasa (14/04/2026).
Baca juga: Lewat Gerakan Pangan Murah, Pemkab Bojonegoro Komitmen Jaga Pasokan Bapok
Sementara itu, terkait distribusi bibit dilakukan secara bertahap di sejumlah desa. Di Kecamatan Bubulan, Desa Sumber Bendo menerima 120 batang. Kecamatan Dander meliputi Desa Ngraseh 100 batang dan Desa Dander 800 batang. Selanjutnya, Kecamatan Margomulyo mencakup Desa Geneng 100 batang dan Desa Margomulyo 150 batang. Di Kecamatan Temayang, Desa Suko menerima 250 batang. Sementara Kecamatan Sekar, Desa Klino memperoleh 100 batang, dan Kecamatan Gondang, Desa Pajeng mendapat 40 batang.
Baca juga: Pemkab Bojonegoro Kembangkan Tanaman Produktif Alpukat dan Jambu Mete
Lebih lanjut, adanya program bantuan bibit tanaman buah atau Multi Purpose Tree Species (MPTS) ini tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga memperkuat fungsi konservasi lingkungan, terutama di kawasan sekitar hutan. Selain itu, penanaman pohon buah dinilai mampu membantu mengurangi risiko banjir di wilayah selatan Bojonegoro serta meningkatkan ketersediaan sumber air.
“Tanaman alpukat ini diperkirakan mulai berbuah pada usia tiga tahun dengan produksi sekitar 100 kilogram per pohon per tahun. Dengan harga sekitar Rp20 ribu per kilogram, satu pohon berpotensi menghasilkan Rp2 juta per tahun,” jelasnya.
Baca juga: Proyek Senilai Rp40 Miliar Tebing Sungai di Bojonegoro Ambruk Pasca Baru Diperbaiki
Ia berharap program tersebut dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Dan ke depan, keberhasilan penanaman ini juga membuka peluang pengembangan sektor lain, seperti wisata agro. Lokasi perkebunan yang berdekatan dengan Wana Wisata Dander dinilai strategis untuk mendukung hal tersebut. “Harapan kami, lahan alpukat ini bisa menjadi wisata agro karena lokasinya dekat dengan Wana Wisata Dander,” katanya. bj-01/dsy
Editor : Redaksi