SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui pemenuhan gizi anak terus dipercepat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen akan meningkatkan sumber daya manusia, salah satunya dengan menekan angka stunting dan penguatan generasi sehat Indonesia melalui pengembangan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang menjadi infrastruktur kunci dalam implementasi program makan bergizi gratis.
Kehadiran dapur SPPG ini memperluas jangkauan layanan gizi bagi siswa sekaligus memperkuat distribusi makanan sehat yang terstandar, salah satunya peresmian SPPG Citrodiwangsan 5. Dan hingga kini, lebih dari 70 dapur SPPG telah beroperasi di Lumajang, dengan sejumlah lainnya dalam tahap pembangunan.
Baca juga: Damkar Madiun Temukan 30 Dapur MBG Tak Berizin Mitigasi Kebakaran, Mayoritas Abai Keamanan Bangunan
“Semakin banyak dapur yang beroperasi, semakin luas jangkauan layanan gizi bagi anak-anak. Ini penting untuk memastikan pemerataan,” ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah, Senin (27/04/2026).
Secara nasional, pemenuhan gizi anak menjadi prioritas utama dalam pembangunan, terutama untuk menekan angka stunting yang ditargetkan turun signifikan dalam RPJMN. Dan dalam konteks tersebut, keberadaan SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur produksi, tetapi juga sebagai simpul pengendalian kualitas pangan, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga distribusi ke penerima manfaat.
Baca juga: Lewat Penguasaan Bahasa Asing, Pemkab Lumajang Dorong SDM Mampu Hadapi Persaingan Global
“Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Standar kebersihan, kandungan gizi, dan proses penyajian harus dijaga secara ketat,” tegasnya.
Sehingga, dalam pengelolaan SPPG juga memerlukan tata kelola yang profesional, mengingat kompleksitas operasional dan tanggung jawab yang diemban. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang melakukan pengawasan berlapis, baik melalui pemantauan langsung maupun sistem digital. “Pemantauan dilakukan setiap hari, termasuk melalui sistem online, untuk memastikan kualitas tetap terjaga,” imbuhnya.
Baca juga: Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi
Langkah ini mencerminkan sinergi pusat dan daerah dalam pelaksanaan program prioritas nasional. Selain berdampak pada kesehatan, program makan bergizi gratis juga berkontribusi pada peningkatan konsentrasi belajar siswa serta pembentukan pola makan sehat sejak dini. Dalam jangka panjang, hal ini menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. lj-03/dsy
Editor : Redaksi