Peringati Hardiknas 2026

Lewat Sektor Pendidikan, Pemkab Jember Rancang Strategi Tekan Angka Kemiskinan

surabayapagi.com
Bupati Jember Muhammad Fawait memberikan sambutan saat sarasehan dalam rangka Hardiknas yang digelar di Pendapa Wahyawibawagraha Jember. SP/ JBR

SURABAYAPAGI.com, Jember - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur telah berkomitmen melalui pendidikan tersebut, pihaknya telah merancang strategi untuk mengurai dan menekan angka kemiskinan di wilayahnya.

Bupati Jember Muhammad Fawait menjabarkan ada beberapa langkah strategis yang ditekankan yakni pertama, guru diharapkan menjadi teladan (uswatun hasanah) tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di lingkungan sosial masyarakat. Ia berharap seluruh elemen pendidikan dapat bersinergi karena pihaknya percaya bahwa dengan guru yang sejahtera dan sistem pendidikan yang melibatkan keluarga, angka kemiskinan di Jember akan menurun secara signifikan di masa depan.

Baca juga: Tulungagung Dampingi Siswa SD Terpapar Konten Radikal Game Online-Medsos

"Kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di Jember adalah melalui jalur pendidikan karena pendidikan bukan hanya soal nilai di atas kertas, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak. Strategi kedua yakni mendorong sekolah untuk aktif melibatkan orang tua dalam proses pendidikan agar tercipta keselarasan antara nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dan di rumah," tuturnya, Minggu (03/05/2026).

Baca juga: Gudangnya Sang Juara SMPN 1 Sidoarjo Borong Predikat 1 Berbagai Kejuaraan

Sedangkan untuk strategi ketiga, sebagai bagian dari upaya kolektif, Bupati yang akrab dipanggil Gus Fawait itu menginstruksikan kepada para ASN, termasuk guru untuk terlibat dalam verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan di lapangan agar kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran.

"Kami harus bersama-sama mengatasi krisis kemiskinan itu. Lewat jalur pendidikan, saya yakin Jember akan jauh lebih baik menuju Jember Baru, Jember Maju," katanya.

Baca juga: Perkuat Akses Pendidikan, Pembangunan Sekolah Rakyat di Ponorogo Mulai Oktober 2026

Salah satu poin krusial yang disampaikan bupati dalam agenda tersebut adalah jaminan kesejahteraan bagi para guru dan memastikan bahwa Pemkab Jember tidak akan mengurangi tunjangan guru. Selain itu, Pemkab Jember juga menyoroti kebijakan pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Jember berkomitmen untuk mengangkat seluruh usulan PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu demi memberikan kepastian status bagi tenaga pendidik. jr-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru