Harga Plastik Mulsa Naik 40 Persen, Petani di Lumajang Keluhkan Biaya Produksi Ikut Boncos

surabayapagi.com
Petani di Lumajang memasang plastik mulsa di lahan miliknya. SP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti fenomena naiknya harga plastik turut berdampak pada sektor pertanian, yakni harga plastik mulsa yang kini dikeluhkan para petani di Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang melonjak hingga sekitar 40 persen, sehingga turut berdampak langsung pada biaya produksi pertanian. Kenaikan ini membuat beban petani semakin berat karena plastik mulsa menjadi kebutuhan penting dalam menjaga kelembaban tanah.

Padahal diketahui, sebelumnya harga plastik mulsa yang sebelumnya berada di kisaran Rp 35.000 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp 39.000 per kilogram. Meski harganya naik, para petani tetap membeli plastik mulsa karena fungsinya yang vital. Pasalnya, tanpa penggunaan plastik mulsa, gulma akan tumbuh lebih cepat dan lebat, sehingga membutuhkan biaya tambahan untuk tenaga kerja dalam pembersihannya.

Baca juga: Dongkrak Produksi Petani, Pemkab Magetan Salurkan Bantuan Alsintan ke 2 Kelompok Tani

"Harga plastik mulsa naik tapi tetap dibeli karena kalau tidak pakai plastik gulmanya banyak sehingga mengeluarkan biaya untuk tenaga kerja untuk membersihkan," ujar Abdul Rosyid, petani lainnya, Minggu (03/05/2026).

Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Petani Mojokerto Mendapat Pelatihan Tanaman Pangan dan Hortikultura

Sehingga, untuk menyiasati tingginya biaya, petani kini memutar strategi dengan menggunakan plastik mulsa lebih lama dari biasanya. Jika sebelumnya plastik mulsa langsung diganti setelah satu kali masa panen, kini petani memilih mempertahankan penggunaan plastik lama agar tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pemasangan baru. lj-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru