SurabayaPagi, Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono melakukan kunjungan ke gudang modern Distribution Center (DC) Perum Bulog di kawasan Pergudangan Rungkut, Surabaya, Senin (4/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti ketersediaan stok minyak goreng di Jawa Timur yang dinilai masih belum ideal untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.
Baca juga: Jelang Kejurprov 2026, IPSI Surabaya Genjot Latihan dan Pertahankan Tradisi Juara
Menurut Bambang, stok minyak goreng yang saat ini dikelola Bulog di wilayah Jawa Timur berkisar sekitar 500 ribu liter, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat mencapai sekitar 4,5 juta liter per tahun.
Dengan kondisi tersebut, peran Bulog sebagai stabilisator harga dinilai masih terbatas, yakni baru sekitar 10 persen dari total kebutuhan. Ia menegaskan, agar fungsi stabilisasi berjalan optimal, Bulog seharusnya memiliki cadangan minimal 20 persen dari kebutuhan pasar.
“Jika terjadi gejolak harga atau indikasi kartel dari sisi distribusi, kualitas, maupun pasokan, maka Bulog harus mampu hadir untuk menstabilkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Satgas Pangan untuk aktif memantau kondisi di lapangan dan segera berkoordinasi dengan Bulog apabila terjadi kenaikan harga atau kelangkaan komoditas.
Dari hasil pantauan di lapangan, Bambang menyebut harga minyak goreng sempat mengalami kenaikan di wilayah Krian, Sidoarjo. Namun, setelah dilakukan intervensi, harga Minyak Kita kembali sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp14.700 per liter.
Selain minyak goreng, ia juga menyoroti harga beras yang masih bervariasi di pasaran. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari Satgas Pangan dan Kementerian Perdagangan melalui pengawasan serta penindakan terhadap pelanggaran.
Baca juga: Stok Beras Bulog Cetak Rekor 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah RI
Bambang juga mengusulkan agar Bulog dan Satgas Pangan menyediakan layanan hotline bagi masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pelaporan apabila terjadi kelangkaan atau lonjakan harga bahan pangan di daerah.
Di sisi lain, ia mendorong Bulog untuk memiliki fasilitas riset dan standarisasi terhadap sedikitnya 11 komoditas strategis. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin kualitas dan harga pangan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.
“Bulog tidak hanya menyalurkan, tetapi juga harus mampu menghadirkan produk yang kualitasnya bisa bersaing, bahkan lebih baik dari produk swasta,” katanya.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Sugeng Hardono, memastikan pihaknya terus menjalankan distribusi Minyak Kita guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di masyarakat.
Baca juga: Jaga Stok Suplai Bahan Pokok, Dua KDKMP di Tulungagung Gandeng Bulog
Ia menegaskan, Bulog siap mendukung pengendalian pangan melalui penguatan pada tiga aspek utama, yakni ketersediaan, kualitas, dan stabilitas harga.
Sugeng juga menyebut gudang modern di Rungkut yang tergolong baru tersebut diharapkan dapat menjadi pusat distribusi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Selain itu, fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan akses terhadap komoditas pangan serta menjadi indikator stabilitas harga di wilayah Jawa Timur.
Editor : Redaksi