Salah Satu korban Hanyut Deras Aliran Sungai Brantas Masih Dilakukan Pencarian

Reporter : Lestariyono Blitar
Dua warga di Blitar hanyut derasnya arus Sungai Brantas yang di buka dam bendungan. SP/ Lestariono

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Pelaksanaan Pladu (kuras Dam aliran Sungai Brantas) di bendungan di wilayah Kec.Kanigoro Kab.Blitar, sisakan duka, karena dua warga hanyut derasnya arus Sungai Brantas yang di buka dam bendungan, untuk korban satu selamat, untuk  korban yang satu belum dibtemukan sampai saat ini (Selasa 19 Mei 2026)  

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi mengatakan kepada Surabaya Pagi menerangkan, bahwa satu korban yang hilang bernama Isnaini 42 merupakan warga Desa Pagerwojo Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, hanyut di sekitaran aliran sungai di wilayah Jegu. Hingga kini, petugas melakukan upaya pencarian untuk menemukan keberadaannya. 

Baca juga: Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

"Untuk dua orang yang selamat saat mencari ikan yakni Badi' warga Desa Siraman Kesamben dan Yasmani Kelurahan Satreyan Kecamatan Kanigoro, jadi keduanya sempat hanyut, namun berhasil ditolong oleh warga sekitar yang juga atau mencari ikan di aliran sungai Jegu."kata Wahyudi.

Wahyudi menjelaskan bahwab kegiatan flushing atau pladu (pengurasan atau penggelontoran sedimen waduk) perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar apalagi yang mencari ikan mabuk di sungai brantas. Flushing membuat debit air meningkat dan bercampur tanah, hal itu sudah di umumkan sejak Minggu lalu sebelum pelaksananya di mulai Senen (18/5-'26) kemarin dan hal itu akan di laksanakan beberapa hari kedepanya, juga penutupan jalan menuju kegiatan Flushing. 

Baca juga: Korsleting Listrik, Gudang Sembako di Blitar Terbakar Habis, Dua Korban Luka

"Masyarakat harus berhati-hati karena selama proses flushing pastinya debit air di sungai brantas bisa meningkat deras kapanpun. Untuk itulah, kalau bisa masyarakat tidak berada di aliran sungai brantas demi keselamatan bersama," imbuhnya.

Kegiatan pencarian korban (Isnaini) hari ini terus dilakukan untuk pencarian korban dngan radius 5Km dari lokasi. Pencarian korban melibatkan operasi SAR yang di pimpin Basarnas Unit SAR kota Batu, sekaligus melibatkan SAR Blitar Raya, TNI/POLRI, BPBD, Relawan serta masarakat sekitarnya. "Jika hari / siang ini korban belum di temukan akan di lakukan evaluasi lanjutan." Kata Wahyudi.

Baca juga: Korban Terakhir Perahu Tenggelam di Perairan Sembilangan Gresik Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Untuk di ketahui hilangnya korban pada Senen (18/5-'26) pukul 12 siang, dimana Flushing di awali pukul 07.00 (Senen 18/5-'26) walau aliran sungai Brantas begitu deras, warga mencari ikan ikan yang terdampar  di aliran sungai akibat Flushing, saat kejadian itu ada 3 orang yang hanyut dua yakni Badi warga Desa Siraman Kec.Kesamben dan Yasmani warga Kel.Satrean Kec.Kanigoro  dua orang tersebut  dapat diselamatkan warga, sementara korban Isnani masih dalam pencarian.

"Untuk itu kami berharap masarakat untuk waspada karena proses Flushing masih berjalan, juga debit air sungai Brantas meningkat kapanpun,untuk itu kalau bisa masarakat tak berada di aliran sungai Brantas demi keselamatan diri dan keselamatan bersama." harap dan pesan Wahyudi. les

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru