SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai upaya mencegah dampak fenomena bididing atau suhu dingin saat musim kemarau, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, telah berkomitmen dengan mengoptimalkan sarana green house oleh kelompok tani agar produktivitas pertanian sayur dan budidaya bunga hias di daerah tersebut tetap terjaga dan tidak gagal panen.
Pasalnya, berdasarkan infografis yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyebut bediding di daerah dataran tinggi bisa menimbulkan fenomena embus es yang mampu merusak tanaman sayur dan bunga.
Baca juga: Fenomena Bediding di Banyuwangi Jadi Ancaman Anabul Rentan Terserang Penyakit
"Kami punya banyak green house yang telah diperbantukan kepada kelompok tani itu bisa digunakan karena lebih aman, suhu dan kondisi tanaman bisa dikontrol," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Hendry Suseno, Senin (08/06/2026).
Baca juga: Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Layak, Pemkot Batu Minta Warga Agar Tak Khawatir
Sementara itu, data dinas terkait menyebutkan terdapat 42 green house yang telah terbangun, dari jumlah itu sebanyak 38 titik diantaranya sudah termanfaatkan dan empat lainnya belum termanfaatkan. Sehingga, dengan adanya green house tersebut, baik sayuran maupun bunga merupakan komoditas unggulan yang dimiliki oleh Kota Batu.
Lebih lanjut, Hendry menyampaikan pihaknya rutin berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dan tenaga pendamping petani di masing-masing wilayah desa serta kelurahan untuk menyosialisasikan informasi dan dampak perubahan cuaca kepada 290 kelompok tani se-Kota Batu. Melalui kinerja tim lapangan tersebut diharapkan para kelompok tani bisa menyalurkan informasi mengenai kesiapan menghadapi bediding kepada para anggotanya.
Baca juga: Jadi Sorotan! AMDAL Wisata Mikutopia Belum Tuntas, Wawali Kota Batu: Masih dalam Proses
Dan ketika ada perubahan musim, terkadang muncul penyakit yang susah diprediksi, dan jika ada kabut, penyakit akan mengarah ke virus dan bakteri, Oleh karenanya, pihaknya terus mengupayakan penyaluran sarana produksi pertanian kepada kelompok tani, salah satunya berupa pestisida. "Meski sekarang kondisi efisiensi tetapi hal prinsip dan rutin yang memberikan manfaat kepada petani tetap dianggarkan," ujar dia. bt-01/dsy
Editor : Redaksi