SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti perbaikan jalan rusak yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mulai menggunakan cor beton pada sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan segera. Penggunaan cor beton tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah alternatif kelangkaan aspal yang terjadi secara nasional.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun Boby Saktia Lubis mengungkap, jika keterbatasan pasokan aspal tidak membuat program pemeliharaan jalan dihentikan. Perbaikan tetap dilakukan karena kerusakan jalan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Baca juga: Lewat Pekerjaan Tambal Sulam, Pemkab Probolinggo Kebut Perbaikan Jalan Rusak
“Kelangkaan aspal terjadi secara nasional. Kami pun sudah berkoordinasi (soal stok aspal) dengan Pertamina sejak akhir April lalu. Dan hari ini barangnya langka serta harganya terus naik,” jelasnya, Kamis (18/06/2026).
Sehingga, hingga saat ini, pihaknya masih menunggu pasokan aspal hingga akhir Juni 2026. Apabila pasokan belum tersedia, Dinas PUPR akan melakukan penanganan darurat menggunakan cor beton dan aspal Buton. Sementara untuk ruas jalan dengan volume kendaraan yang tidak terlalu padat, perbaikan sementara dapat dilakukan menggunakan tanah urug selama musim kemarau.
Baca juga: Perkuat Mitigasi Pascabencana, Pemkab Madiun Gercep Bentuk Tim Jitupasna
“Jika material datang, kami menerapkan penanganan darurat menggunakan cor beton serta pemanfaatan aspal Buton. Jika lubang jalan sedalam lima sentimeter kami cenderung melakukan pengecoran beton agar dapat meminimalkan risiko kecelakaan bagi ruas jalan dengan lalu lintas tinggi,” ujar Boby.
Diketahui, untuk total ruas jalan di Kabupaten Madiun yang membutuhkan perawatan akibat kerusakan mencapai sekitar 40 kilometer. Di sisi lain, harga aspal mengalami kenaikan signifikan. Saat ini harga aspal mencapai Rp 3.250.000 per drum, jauh di atas asumsi harga yang digunakan saat penyusunan anggaran.
Baca juga: Bahana Bersahaja Hadir di Bangunsari, Bupati Hari Wur Pastikan Layanan Publik Menjangkau Warga
Pasalnya, kenaikan harga dan terbatasnya pasokan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program pemeliharaan jalan tahun ini. “Anggaran yang sudah kami siapkan untuk pembelian 2.000 drum aspal menggunakan asumsi harga sekitar Rp 2.000.000 per drum,” katanya. md-02/dsy
Editor : Redaksi