KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Reporter : Lestariyono Blitar
Petugas Unit Jalan dan Jembatan KAI Daop 7 Madiun memeriksa kondisi rel jembatan pasca-gempa Pacitan 5,6 SR. SP/LESTARIYONO.

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun pastikan bahwa seluruh infrastruktur dan jalur kereta api di wilayahnya kini telah dinyatakan aman 100% pasca-gempa bermagnitudo 5,6 yang mengguncang wilayah Tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu (27/6) pukul 14.47 WIB.

Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan, operasional seluruh perjalanan kereta api (KA) di wilayah terdampak kini telah kembali normal penuh setelah sempat diberhentikan luar biasa (BLB) guna pemeriksaan visual maupun teknis.

Baca juga: Peringati HLUN 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Lansia PC Muslimat NU Kota Kediri Nikmati Bepergian dengan Kereta Api

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa begitu getaran gempa terdeteksi di wilayah Blitar dan Tulungagung, Pusat Pengendali Operasi KA langsung mengambil tindakan preventif dengan menginstruksikan penghentian serentak melalui kendali radio lokomotif terpusat.

Petugas dari Unit Jalan dan Jembatan (JJ) segera diterjunkan ke lapangan untuk menyisir kondisi rel, jembatan, dan terowongan. Berdasarkan laporan dari jajaran Resort Jalan dan Jembatan (JR) di lapangan, seluruh struktur dinyatakan dalam kondisi laik operasi, dengan detail pantauan sebagai berikut

-JR 7.11 Blitar: Guncangan gempa terasa,

-JR 7.12 Tulungagung: Guncangan gempa terasa,

-JR 7.13 Kediri: Gempa tidak terasa, 

-JR 7.3 Kertosono: Gempa tidak terasa, 

-JR 7.2 Jombang: Gempa tidak terasa, hanya di Wilayah Blitar terasa ,dan di nyatakan Aman.

Baca juga: PT KAI Daop 7 Madiun Terus Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Termasuk Pariwisata Daerah

Akibat penghentian darurat tersebut, terdapat 7 rangkaian KA yang mengalami andil keterlambatan dengan total waktu 39 menit. Berikut detail titik pemberhentiannya sebagai berikut:

1. KA Jayakarta (251b) berhenti di Stasiun Sembung, andil kelambatan 9 Menit

2. KA Commuter Line Penataran (427) berhenti di Stasiun Kediri, andil kelambatan 7 menit 

3. KA Malioboro (170b) berhenti di Stasiun Tulungagung, andil kelambatan 8 Menit

4. KA Commuter Line Dhoho (406) behenti di Stasiun Kertosono, andil kelambatan 15 menit.

Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Komitmen Perkuat Upaya Peningkatan Keselamatan Perjalanan Kereta Api, Khususnya Pelajar

Setelah seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Jalan dan Jembatan memastikan tidak ada pergeseran struktur tanah maupun kerusakan pada konstruksi prasarana, operasional perjalanan KA normal kembali.

“Kami memohon maaf atas keterlambatan yang dialami para pelanggan. Langkah BLB ini wajib kami lakukan demi menjamin keselamatan jiwa penumpang dan keamanan perjalanan KA. Saat ini seluruh perjalanan KA di Daop 7 Madiun sudah kembali berjalan normal sesuai Grafik Perjalanan KA (Gapeka) yang berlaku,” tegas Tohari.

Juga pihak KAI Daop 7 Madiun terus memitigasi risiko bencana prasarana secara cepat dan terukur ini menjadi komitmen utama KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan selamat. Les

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru