SurabayaPagi, Surabaya – Pamerindo Indonesia resmi membuka Manufacturing Surabaya 2026 yang digelar pada 15–18 Juli di Grand City Convention & Exhibition Center (Convex), Surabaya.
Memasuki edisi ke-20, pameran ini menjadi momentum penguatan ekosistem industri sekaligus mendorong investasi, efisiensi produksi, dan daya saing manufaktur di Jawa Timur dan Indonesia Timur.
Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 150 peserta dari 17 negara dan menargetkan lebih dari 9.000 pengunjung atau meningkat sekitar 25 persen dibanding tahun sebelumnya.
Ajang ini mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, pemerintah, asosiasi, hingga akademisi dalam satu platform bisnis dan kolaborasi.
Secara ekonomi, penyelenggaraan pameran ini sejalan dengan menguatnya kinerja industri Jawa Timur.
Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur mencatat, pada triwulan I 2026, ekonomi Jatim tumbuh tertinggi di Pulau Jawa, dengan sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar sebesar 31,45 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, posisi strategis Jatim sebagai motor industri nasional harus didukung percepatan transformasi industri, terutama dalam hal teknologi, efisiensi, dan konektivitas rantai pasok.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan penyedia teknologi menjadi kunci untuk mempercepat transformasi industri, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global,” ujarnya.
Manufacturing Surabaya 2026 tidak hanya menjadi etalase teknologi, tetapi juga ruang transaksi bisnis dan penguatan kemitraan industri.
Kegiatan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari machine tools, otomasi industri, logistik, hingga teknologi pendukung manufaktur modern.
Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, menyebut pameran ini telah berkembang menjadi platform strategis yang menghubungkan kebutuhan industri dengan solusi teknologi yang aplikatif.
“Industri membutuhkan lebih dari sekadar inovasi, tetapi juga kolaborasi yang mampu memperkuat rantai pasok dan membuka peluang bisnis baru,” katanya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, cakupan pameran diperluas melalui kolaborasi dengan Machine Tools Surabaya, Tools & Hardware Surabaya, serta Industrial Automation & Logistics Surabaya.
Selain itu, integrasi dengan Growtech Indonesia dan Indonesia Energy Week Surabaya turut memperkuat keterkaitan sektor manufaktur, energi, dan agrikultur dalam satu rantai nilai industri.
Ekspansi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi operasional industri sekaligus mempercepat adopsi teknologi, terutama di tengah tuntutan digitalisasi dan transformasi industri 4.0.
Selain pameran, berbagai program pendukung juga digelar untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan memperluas peluang bisnis, seperti Business Matching Programme, Kaizen Clinic, hingga kompetisi industri.
Dengan dukungan exhibitor utama seperti Gardner Denver, Sodick, dan Trakindo Indonesia, Manufacturing Surabaya 2026 diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan industri melalui peningkatan investasi, transfer teknologi, serta penguatan kemitraan strategis.
Memasuki dua dekade penyelenggaraan, ajang ini semakin menegaskan posisi Surabaya dan Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia Timur yang berkontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional.
Editor : Redaksi