Bocah Laki-Laki Usia 5 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang

Reporter : Lestariyono Blitar
Petugas dari Tim Inafis Reskrim Polres Blitar Kota saat melakukan olah TKP,Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Senin (10/8/2026). SP/LESTARIYONO

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Pengunjung kolam renang di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, kemarin (Minggu siang, 9 Agustus 2026) sekitar pukul 13.00 dikejutkan dengan adanya bocah laki-laki berusia 5 tahun dalam keadaan tenggelam di kolam renang milik Fadilah Hasan. Langsung orang-orang berteriak, "Bocah klelep - bocah klelep (anak tenggelam)!" Salah satu saksi di kolam renang langsung memberikan pertolongan dengan cara kaki korban diangkat ke atas (dibalik), kepala korban (CSL, 5 tahun) di bawah sehingga bocah tersebut mengeluarkan air dan makanan dari mulutnya, sehingga korban lemas. Oleh saksi-saksi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Nglegok sambil menanyakan, "Ini anak siapa?" berkali-kali. Pengunjung pun tidak ada yang menjawab, yang artinya tidak ada keluarganya yang ada di sekitar kolam.

"Selanjutnya, korban oleh saksi-saksi langsung dibawa ke Puskesmas Kecamatan Nglegok, namun setibanya di Puskesmas korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan dilaporkan ke Polsek," terang Kapolsek Nglegok, AKP Murdiyanto, S.H., di kantornya.

Baca juga: Mobil di Blitar Hangus Terbakar Akibat Konsleting Listrik, Kerugian Capai Rp200 Juta Lebih

Informasi tenggelamnya bocah berusia 5 tahun itu, pada Minggu, 9 Agustus 2026, sekira pukul 08.00, dua saksi yakni Sar (P, 21) dan Isdah (P, 16), warga Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, yang merupakan tantenya korban, mendatangi rumah Sdri. Fit yang merupakan saudara ibu korban, setelah dihubungi oleh Sdri. Fit untuk mengantar anaknya (korban) untuk menemani berenang di kolam. Akhirnya, saksi Sar dan Isdah bersama korban pergi ke kolam renang.

"Menurut keterangan saksi-saksi yang melihat korban di kolam renang, saat kondisi korban ditolong dan dibawa ke Puskesmas tidak ada keluarganya yang datang. Ternyata, saat korban masuk kolam renang dan mandi, dua saksi (tante korban) meninggalkan korban keluar dari area kolam renang. Setelah dicari oleh beberapa orang, saksi pergi meninggalkan korban sendirian di kolam. Setelah anggota Bhabin mencari keberadaan identitas korban, ada warga yang mengetahui bahwa korban adalah anak dari Sdri. Fit," kata AKP Murdiyanto kepada Surabaya Pagi tadi siang.

Baca juga: Semarakan HUT RI ke-81, Kantor Imigrasi Blitar hadirkan Layanan Paspor Program Pasporia

Selanjutnya, peristiwa tenggelamnya korban dilakukan pemeriksaan saksi-saksi, baik pemilik kolam yang menolong pertama kali, termasuk Sar dan Isdah, dan ibu korban.

Perlu diketahui, kedalaman kolam renang 105 cm dengan ukuran panjang 15,5 meter dan lebar 7,5 meter, sedangkan tinggi korban 115 cm dan tidak bisa berenang. Dari hasil pemeriksaan awal baik dari pihak kesehatan dan Tim Inafis Reskrim Polres Blitar Kota, kondisi korban diduga gagal bernapas, paru-paru banyak kemasukan air, fisik korban menggigit lidah, kuku jari-jari membiru, dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Baca juga: Polsek Kesamben Salurkan Bantuan dan Bersihkan Sisa Insiden kebakaran Rumah Kakek Sukatin

"Setelah dilakukan pemeriksaan kondisi korban di Puskesmas dan disaksikan beberapa saksi, termasuk pihak keluarga korban, langsung diserahkan kepada pihak keluarga," pungkas AKP Murdiyanto. Les

 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru