Optimalkan KBM, Pemkot Madiun Usulkan Revitalisasi Bangunan SD Pakai APBN

surabayapagi.com
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun bersama jajaran meninjau proses revitaliassi sejumlah bangunan SDN Manguharjo dan SDN Ngegong. SP/MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka meningkatkan dan mengoptimalkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, telah mengusulkan revitalisasi sejumlah bangunan Sekolah Dasar (SD) yang membutuhkan perbaikan kepada pemerintah pusat pada 2026. Adapun peninjauan revitalisasi sekolah antara lain dilakukan di SDN Manguharjo di Jalan Hayam Wuruk dan SDN Ngegong di Kelurahan Ngegong Kota Madiun. 

Keduanya menjadi bagian dari sekolah yang mendapatkan dukungan anggaran revitalisasi. Sementara terkait revitalisasi yang diusulkan tidak bersifat pembangunan total, melainkan perbaikan ruang kelas dan bagian bangunan lainnya yang sudah usang, agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan optimal.

Baca juga: Capai 120 Ton per Hari, Pemkot Madiun Targetkan Kurangi 30 Persen Sampah ke TPA Winongo

"Saya meminta dinas terkait bersama pelaksana proyek mempercepat pengerjaan agar seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai waktu yang telah ditentukan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, Rabu (12/08/2026).

Baca juga: Sambut HUT RI, Pemkot Madiun Bagikan 3.000 Bendera Merah Putih Gratis

Untuk SDN Manguharjo, revitalisasi mendapatkan anggaran sekitar Rp680 juta dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Anggaran tersebut digunakan untuk pembenahan ruang kelas, toilet, dan perpustakaan. Saat ditinjau, pekerjaan masih dalam tahap persiapan dan pengerjaan struktur bangunan. Sementara di SDN Ngegong, revitalisasi mendapatkan anggaran sekitar Rp468 juta untuk empat ruang kelas. Selain itu satu ruang kelas lainnya mendapatkan dukungan anggaran dari APBD.

Plt Wali Kota Bagus memastikan progres pembangunan terus dipantau agar hasil pekerjaan sesuai dengan kebutuhan siswa. Pihaknya juga meminta Dinas Pendidikan untuk terus mengawal proses pengerjaan, sehingga dapat segera digunakan untuk siswa.

Baca juga: MK Putuskan Anggaran MBG Dipisahkan, Istana Hormati

"Kalau sudah mendekati finishing, kita cek supaya bisa melihat kualitas bangunan dan kebutuhan siswa saat ini. Saya sampaikan kepada dinas dan pelaksana proyek untuk mengejar waktu. Jangan sampai terlambat dari waktu yang sudah ditentukan," katanya. md-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru