Walikota Ning Ita dan Tim KP3 Sidak Kios Pupuk dan Pestisida di Blooto

Reporter : Dwi Agus Susanti
Walikota saat memimpin sidak ketersediaan dan distribusi pupuk serta pestisida. SP/DWI

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kota Mojokerto melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan distribusi pupuk serta pestisida guna memastikan ketersediaan pupuk bagi petani sekaligus menjaga distribusi berjalan sesuai ketentuan.

"Ketersediaan stok aman. Enggak ada masalah, aman semuanya,” kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari  usai melakukan peninjauan di CV Syfa, Jalan Raya Blooto, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Rabu (12/8). 

Baca juga: Lewat Aplikasi APOA, Pemkot Mojokerto Perkuat Sinergi Pengawasan WNA

Ning Ita sapaan wali kota menyampaikan pengawasan pupuk dan pestisida dilakukan secara berkala dan berkelanjutan melalui sinergi lintas sektor melibatkan unsur Pemerintah Kota Mojokerto, Kejaksaan, serta Kepolisian untuk memastikan distribusi pupuk berjalan dengan baik.

“Kita ini kan tim, sinergi lintas sektor. Ada dari Pemkot Mojokerto, Kejaksaan, juga Kepolisian. Kami bersama-sama melakukan pengawasan ini secara berkala dan berkelanjutan dengan memantau secara langsung laporan bulanan,” jelas Ning Ita.

Selain memastikan ketersediaan stok Pemkot Mojokerto juga terus melihat perkembangan penggunaan pupuk nonsubsidi sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Ning Ita mengatakan, uji coba penggunaan pupuk dari PupukKalimantan Timur (Kaltim) sebelumnya telah dilakukan di dua kecamatan di Kota Mojokerto. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan produktivitas tanaman padi.

“Kalau pembuktian kan sudah kita lakukan di dua kecamatan dan hasilnya memang produktivitas petaninya meningkat untuk tanaman padi,” kata Ning Ita.

Baca juga: Turnamen Ju-Jitsu Wali Kota Cup 2026, Wadah Pembinaan Atlet Sekaligus Penggerak Ekonomi Lokal

Ia menambahkan, kondisi lahan di setiap wilayah tidak selalu sama sehingga penggunaan pupuk tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik tanah dan kebutuhan tanaman.

Sementara itu, pemilik CV Syfa, Mardiyah, mengatakan tokonya saat ini melayani kebutuhan pupuk sekitar 200 petani yang tergabung dalam sembilan gabungan kelompok tani (gapoktan). Menurutnya, distribusi pupuk kepada petani selama ini berjalan lancar.

Baca juga: Rejoto Nyambung Tresno Pecah di Gala Premiere, Jadi Etalase Wisata dan Ekonomi Kreatif Kota Mojokerto

“Kalau stok tinggal satu ton, kami langsung order lagi. Besoknya sudah dikirim,” terang Mardiyah.

Untuk mekanisme pembelian, Mardiyah menerapkan pembayaran secara tunai. Dengan pola tersebut, pupuk yang tersedia dapat langsung disalurkan kepada petani sesuai kebutuhan.

Pengawasan KP3 tersebut sekaligus menjadi langkah memastikan rantai distribusi pupuk tetap berjalan lancar, ketersediaan stok terjaga, serta kebutuhan petani di Kota Mojokerto dapat terpenuhi. dwi

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru