SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti jalur SUTET pada lokasi lahan yang akan dibangun Sekolah Rakyat (SR), Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung mengatakan jika pembangunan sekolah rakyat tersebut akan lokasinya akan disesuikan dengan lintasan jalur saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET).
Pasalnya, jika posisi SUTET tersebut dipindahkan, maka akan memerlukan waktu yang lebih lama. Sehingga, pembangunan Sekolah Rakyat dipastikan tetap berjalan. Rencananya, area di bawah jalur SUTET itu akan dipakai untuk gedung maksimal dua lantai dengan jarak aman lima meter dari kabel.
Baca juga: Targetkan Pembebasan Lahan Sekolah Rakyat Tuntas Oktober, Pemkab: Tinggal 25 Persen
"Pembangunan tetap berjalan, tetapi dengan penyesuaian desain akibat dilintasi jalur SUTET. Proses pemindahan jalur SUTET memakan waktu hingga dua tahun. Bisa juga lokasi di bawah jalur SUTET itu dipakai untuk fasilitas pendukung seperti lapangan olahraga, IPAL dan dapur," jelas Kepala Dinsos Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, Rabu (02/09/2026).
Baca juga: Program Sekolah Rakyat, Wali Kota Eri Optimistis Lahirkan Pemimpin Masa Depan
Lebih lanjut, Reni menjelaskan, untuk gedung dengan tiga hingga empat lantai nantinya akan didirikan pada sisi selatan lahan. Mengingat lokasi itu tidak dilintasi jalur SUTET, sehingga tidak mengganggu jaringan listrik tersebut. "Sesuai jadwalnya, konstruksi fisik ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026 dan pelaksanaannya dilakukan oleh Kementerian PU," jelasnya.
Selain itu, kuota penerimaan calon siswa diprioritaskan bagi masyarakat dengan kelas ekonomi desil 1 dan desil 2. Sekolah Rakyat di Tulungagung diproyeksikan mampu menampung 1 ribu hingga 2 ribu orang siswa. Sesuai hasil pendataan tahap awal, saat ini sudah ada 700 orang calon siswa yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Baca juga: Siap Dibangun, Lahan Sekolah Rakyat Tahap III Magetan Masih Ditanami Tebu
"Penerimaan tidak hanya dibuka untuk siswa baru jenjang SD, SMP dan SMA dari desil 1 dan desil 2, tetapi juga menjaring anak putus sekolah dari berbagai tingkatan usia," pungkasnya. tl-02/dsy
Editor : Redaksi