SURABAYAPAGI.com, Malang - Guna memperketat pengawasan keamanan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, akan menyiapkan sekitar 1.000 perangkat test food dengan alokasi dana sekitar Rp17 juta untuk setiap paket perangkat test food dan target pengadaan sekitar 1.000 paket, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp17 miliar.
Sanusi mengatakan perangkat test food akan disediakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat MBG yang akan dilakukan sebelum makanan dibagikan kepada siswa. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan makanan tidak layak atau tidak aman untuk dikonsumsi, pihak sekolah akan memiliki kewenangan untuk menolak makanan tersebut.
Baca juga: Perkuat Pembekalan CPMI, Pemkab Malang Bakal Optimalkan Migrant Center
“Nanti kita cukupi, minimal masing-masing SPPG kita kasih satu paket, terus sekolah penerima kita kasih juga supaya pengawasan ditingkatkan,” kata Bupati Malang Sanusi, Selasa (08/09/2026).
Baca juga: Dorong Fasilitasi Kesehatan Masyarakat, Dinkes Malang Kejar Target CKG Nasional 46 Persen
Lebih lanjut, Sanusi menegaskan pengadaan perangkat tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. “Kalau ada nanti sebelum dibagikan ke siswa, sekolah tersebut berwenang dan berhak mengetes makanannya itu sehat apa tidak. Kalau tidak sehat makanannya, ya harus ditolak,” ujarnya.
Baca juga: Bulan Bakti ke-190, Pemkab Malang Perkuat Potensi Peternakan Daerah
Dengan jumlah penerima manfaat yang besar, Pemkab Malang menilai penguatan pengawasan keamanan pangan menjadi bagian penting untuk memastikan makanan yang diberikan melalui program MBG aman dan layak dikonsumsi. Sedangkan untuk pengadaan perangkat test food di SPPG dan sekolah diharapkan dapat menjadi lapisan pemeriksaan tambahan sebelum makanan dikonsumsi para penerima manfaat. ml-02/dsy
Editor : Redaksi