Siapkan Pendampingan dan Rehabilitasi, Pemkab Bojonegoro Bebaskan 15 ODGJ dari Pasung

surabayapagi.com
Salah satu 15 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Bojonegoro yang dibebaskan untuk direhabilitasi. SP/BJN

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Salam rangka memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui sinergi Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial setempat membebaskan 15 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sebelumnya dipasung, sekaligus memastikan warga dengan gangguan jiwa mendapatkan hak atas pengobatan, rehabilitasi, dan kehidupan yang lebih tepat dan layak.

“Di Oktober dalam rangka HJB ke-349, Pemkab Bojonegoro punya program bahwa seluruh ODGJ yang dipasung akan kita dampingi pengobatannya,” ujar Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kamis (29/10/2026).

Baca juga: Pemkab Bojonegoro Sediakan Ruang Publik Modern Alun-alun Sisi Utara

Lebih lanjut, Nurul juga turun langsung ke lapangan, mulai dari proses penjemputan hingga memantau warga yang dirujuk ke Yayasan Manfaat Barokah di Desa Prambatan, Kecamatan Balen, untuk menjalani rehabilitasi. Dirinya juga turut mengapresiasi tenaga kesehatan, masyarakat, serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam upaya mewujudkan Bojonegoro bebas pasung.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Bojonegoro juga menyiapkan penguatan fasilitas medis daerah di wilayah Kalitidu pada 2027, dengan layanan kesehatan jiwa sebagai salah satu keunggulan yang direncanakan. Proses pembebasan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan keluarga dan kelayakan fasilitas rehabilitasi.

Baca juga: Dibangun Semi Modern 3 Lantai, Pasar Kota Bojonegoro Bakal Jadi Ikon Baru

Menurutnya, penanganan ODGJ harus berfokus pada pengobatan dan pendampingan agar mereka dapat menjalani kehidupan secara aman, tanpa mengabaikan keselamatan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Dan untuk mempercepat penanganan warga yang belum dibebaskan, Pemkab Bojonegoro menerapkan pendekatan lintas sektor. Setiap OPD yang dilibatkan akan berperan sebagai “Bapak Asuh” bagi satu ODGJ, mulai dari proses evakuasi, rehabilitasi medis dan sosial, hingga pembiayaan.

Baca juga: Cari Cadangan Migas, Pemkab Bojonegoro Dukung SKK Migas Survei Seismik 2D Lamturo

Pemkab Bojonegoro berharap seluruh ODGJ yang sebelumnya dipasung dapat memperoleh penanganan berkelanjutan serta kesempatan untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan secara bermartabat. “Hari ini kami lakukan verifikasi lagi dan penyesuaian fasilitas agar seluruh saudara kita yang membutuhkan dapat tertampung dan tertangani dengan baik,” tambah Ninik. bj-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru