SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai upaya dalam menekan inflasi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah lokasi secara bergiliran yang merupakan bentuk sinergisitas antara pemerintah kota dengan lembaga lain, di antaranya Pemprov Jatim, dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan serta menjaga ketahanan pangan daerah.
"Melalui kegiatan GPM, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pangan pokok dengan harga lebih murah sekaligus mendukung ketersediaan pasokan dan pengendalian harga pangan di Kota Madiun," ujar Kepala DKPP Kota Madiun Jemakir, Minggu (01/11/2026).
Baca juga: Bimtek SIROLEG, Satpol PP Madiun Perkuat Pengawasan Rokok Ilegal
Lebih lanjut, Jemakir menambahkan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), dinasnya memastikan ketersediaan pangan di Kota Madiun dalam kondisi aman dan terkendali. Dengan demikian, Pemkot Madiun juga terus berupaya menstabilkan harga komoditas utama di pasaran dengan mengadakan GPM secara rutin.
Baca juga: Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris
Diketahui, terdapat sejumlah kelurahan yang telah dipilih sebagai lokasi GPM, antara lain di Kampung Jepang, Kelurahan Banjarejo Kota Madiun; Lapak Joglo Palereman, Kelurahan Kelun; Lapak Pagu Indah, Jalan Sentot Prawirodirdjo, Kelurahan Manisrejo. Kemudian, Lapak Kalima Reksogati Kelurahan Sogaten; Lapak Simander, Jalan Taman Praja, Kelurahan Pandean; hingga Lapak Sriti, Kelurahan Nambangan Lor; dan masih banyak lainnya.
Melalui GPM berbagai kebutuhan pokok dijual dengan selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan pasar konvensional. Untuk bumbu dapur, masyarakat bisa mendapatkan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, maupun cabai merah besar dengan paket hemat.
Baca juga: Bupati Madiun Tekankan Deteksi Dini untuk Cegah Gangguan Keamanan
Sehingga hadirnya GPM Kota Madiun tak hanya menekan inflasi, namun juga menjadi ajang promosi dan penggerak roda perekonomian bagi para pelaku UMKM lokal di wilayah setempat. Pihaknya berharap, melalui kolaborasi antara Pemkot Madiun, Pemprov Jatim, penyediaan pangan murah dan pemberdayaan usaha mikro, daya beli masyarakat Kota Madiun tetap terjaga dan stabil. md-01/dsy
Editor : Redaksi