Berisi 230 Sertifikat Aset Pemkot Surabaya

Risma Terima Troli dari BPN

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aset Pemerintah Kota yang sudah mendapatkan legalitas kepemilikan berupa sertifikat masih minim. Dari sekitar enam ribu total aset yang dimiliki Pemkot, yang sudah tersertifikasi baru 20 persen. Demi menggenjot peningkatan sertifikasi aset, Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan koordinasi dengan BPN Jawa Timur agar bisa dilakukan dan percepatan. Untuk itu, dalam rangka Hari Agraria Nasional, Senin (25/9/3017), Kantor Wilayah BPN Jawa Timur menyerahkan sebanyak 230 sertifikat aset Pemkot. Tumpukan sertifikat tanah milik Pemkot Surabaya itu diserahkan pada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan sebuah troli. Kepala Kanwil BPN Jatim Gusmin Tuarita menyerahkan langsung tumpukan sertifikat tanah tersebut. "Ini baru kali pertama kami menyerahkan sertifikat tanah dengan troli, saking banyaknya," kata Gusmin pada media usai upacara dan prosesi penyerahan sertifikat tanah Pemkot di halaman Kanwil BPN Jatim. Dalam kesempatan itu juga diserahkan sertifikat 45 bidang tanah sertifikat untuk JLLB dan juga sertfikat hak pakai Pemkot Surabaya. Dikatakan Gusmin percepatan penyertifikatan tanah ini merupakan program dan arahan langsung dari presiden. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan apresiasi atas percepatan sertifikasi aset yang dilakukan BPN. Menurutnya, menerima 230 sertifikat aset kali ini merupakan rekor terbanyak. Sebab selama ini tidak pernah ada proses sertifikasi aset sampai jumlah ratusan. "Ini rekor paling banyak, sampai pakai troli penyerahannya. Tapi ini bukan yang terakhir. Sampai akhir tahun 2017 ini, kita targetkan 700 sertifkat aset lagi," ucap Risma. Bahkan di perubahan anggaran keuangan di APBD 2017, juga akan ditambah dana untuk pengurusan sertifikasi aset yang ada di bawah Pemkot. Di APBD murni anggaran yang disiapkan untuk sertifikasi tanah ada sebanyak Rp 5 miliar. Risma menyebutkan percepatan untuk mengurus sertifikat aset ini penting dilakukan. Sebab ini mengantisipasi adanya penyerobotan lahan, dan juga pengakuan lain pihak atas aset yang dimiliki Pemkot. "Kemarin itu sempat sulit memang. Bukan hanya dana untuk menyertifikatkan tanah itu harus ada pembuktikan, harus ada persaksian. Ngurus sertifikat sekolah aja, saya nggak mau tanda tangan kalau kepala sekolahnya nggak tahu soal kepemilikan tanahnya," ucap Risma. Namun saat ini sudah ada program kemudahan. Dimana Risma cukup membuat surat pernyataan bermaterai bahwa aset tersebut mutlak di bawah kekuasaan Pemkot. Saat ini hal tersebut sudah cukup. "Saat ini dari total aset Pemkot, yang sudah tersertifikasi 20 persen. Masih sedikit memang, tapi sudah pesat, pas awal aku masuk, aset yang tersertifikasi baru dua persen saja," kata Risma. Di sisi lain, dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat bidang tanah dari BPN Jatim ke warga. Budioni salah satunya. Warga Bangunsari ini mengaku lega bisa mendapatkan sertifikat atas tanah miliknya. "Lega. Sejak tahun 1965 tanah saya statusnya petok D. Tapi tahun ini saya ikut prona. Dan hanya dalam tiga bulan sertifikat sudah jadi, dan tanpa ada penarikan biaya," kata Budiono. sd
Tag :

Berita Terbaru

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur memastikan keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan babak final four Proliga Seri Surabaya y…

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sengketa tanah di kawasan Lontar, Surabaya kembali menjadi perhatian nasional setelah dibawa ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) K…

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

‎SURABAYAPAGI, Kota Madiun – KPK menyita dua handphone dan dokumen SPPD saat menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mad…

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditolak warga. Pem…

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 H tahun 2026, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, dilaporkan belum…

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nandam 74 warga Desa Bendosari Kec.Sanankulon Kab.Blitar nekat seberangi Rel KA yang tak berpalang pintu, yang berujung tertemper…