Daftar Cagub ke Demokrat setelah Bertemu SBY, Pakd

KHOFIFAH BLAK-BLAKAN

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Teka teki mengapa Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendaftar sebagai calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur ke Partai Demokrat, akhirnya terkuak. Sebelum mengambil formulir pendaftaran pada 30 September lalu, ternyata Khofifah sudah bertemu dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Sekjen Hinca Panjaitan. Dengan merapat ke Demokrat, maka posisi Khofifah makin kuat untuk bertarung kembali pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 nanti. Pasalnya, Khofifah sudah mengantongi dukungan resmi dari tiga partai politik, yakni Partai Nasdem, Partai Hanura dan terakhir, sore kemarin dari Partai Golkar. Sementara Saifullah Yusuf alias Gus Ipul yang menjadi lawan Khofifah sejak Pilkada 2008 dan 2013, hingga kini belum ada kepastian didukung PDIP. Praktis hanya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendukung Wagub Jatim dua periode tersebut. Itu pun PKB belum mengeluarkan surat rekomendasi resmi ke Gus Ipul. ------------------- Laporan : Riko Abdiono – Ibnu F Wibowo, Editor : Ali Mahfud ------------------- Khofifah menegaskan keputusannya maju Pilgub Jatim melalui Demokrat bukan secara tiba-tiba. Pada Agustus lalu, dirinya sudah bertemu dengan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Sekjen Hinca Panjaitan. “Ini tidak tiba-tiba, teman-teman kan sudah saya sampaikan bahwa saya sudah pernah silaturahim dengan para pimpinan partai. Silaturahim saya dengan ketua partai, termasuk di dalamnya Pak SBY, Pak Sekjen bulan Agustus lalu,” sebut Khofifah ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/10/2017). Selain ke Demokrat, lanjut Khofifah, dirinya juga sudah bersilaturahmi ke beberapa partai lainnya. Meski begitu ia menampik telah menjadi kader Demokrat. "Ya tadi saya kan sudah bersilaturahim ya, dari mulai Hanura, Nasdem, PPP, Golkar dan kemudian Demokrat. Silaturahim ya bahasa saya, ini bukan diartikan akhirnya (pilih) Demokrat ini proses, jangan berpikir ini tiba-tiba," terang Ketum PP Muslimat NU ini. Meski begitu, Khofifah belum mengantongi izin dari Presiden Jokowi atas pendaftarannya pada Pilgub Jatim. Dia akan melapor setelah semua proses telah selesai. "Belum, tapi kalau sudah clear semua saya akan lapor. Setelah ini semua clear ya, SK SK semua selesai baru lapor. Jangan dikit-dikit lapor, saya rasa presiden tugasnya menumpuk," tandas wanita asli Surabaya ini. Partai Demokrat membenarkan Khofifah telah mendaftar ke partainya, untuk maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jatim 2018. “Ya sudah (mendaftarkan). Tanggal 30 (September 2017) kemarin,” ucap Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan dikonfirmasi terpisah. Meski demikian, dia belum menjelaskan kapan partainya mengumumkan pasangan calon (Paslon) yang akan diusung dalam Pilgub Jatim tahun depan. Pakde Puji Khofifah Soekarwo, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur sekaligus Gubernur Jawa Timur buka-bukaan soal detik-detik jelang pendaftaran Khofifah ke Partai Demokrat, Sabtu malam (30/9). Bahkan, sebagian orang beredar anekdot di lingkaran politisi Jatim, bahwa hari itu adalah disebut “G30S/KIP” (Gerakan 30 September / Khofifah Indar Parawansa) yang kemudian membuat gempar peta politik di Jawa Timur. Soekarwo mengakui, Sabtu malam Minggu (30/9) itu, dirinya bertemu empat mata dengan Khofifah di gedung Grahadi. Beberapa saat sebelum Khofifah akhirnya mengurus orang untuk mendaftar ke Demokrat. “Kan wajar karena dia mau daftar, kemudian tanya kepada saya selaku ketua DPD (Partai Demokrat Jatim),” jelas Soekarwo ditemui usai sidang Paripurna DPRD Jatim, kemarin. Menurut Soekarwo, Khofifah pada hari itu seharian tugas di Surabaya. “Dia (Khofifah) tanya, apa syaratnya (daftar cagub). Ya saya bilang ada blangko. Saya jelaskan, nanti (blangko) diserahkan ke DPP,” terang Soekarwo. Saat pertemuan itu, Soekarwo mengaku sudah sudah telepon beberapa petinggi DPP Partai Demokrat di Jakarta. “Saya sudah telepon pak Pramono Edhie (Bappilu DPP) dan Sekjen DPP (Hinca Panjaitan). Seterusnya (Khofifah) urusan di DPP sesuai dengan AD/ART Partai,” jelas Pakde Karwo. Pertemuan yang hanya sekitar 15 menit itu, tidak khusus membicarakan soal pendaftaran pilgub Jatim. Tapia da juga bicara soal program Kemensos di Jawa Timur. “Bu Khofifah juga diskusi soal persiapan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang akan digelar di Tugu Pahlawan Surabaya dalam waktu dekat ini,” ungkapnya. Soal majunya Khofifah lewat Demokrat ini, Soekarwo mengaku normatif sesuai aturan DPP saja. “Beliau kan mengambil formulir, daftar, kalau formulirnya sudah sesuai aturan yang dibuat DPP, ya nanti DPP yang memutuskan,” imbuhnya. Soekarwo juga membantah jika selama ini punya hubungan kurang baik dengan Khofifah. Meski sudah berseteru dua kali dalam Pilgub Jatim. “Saya kan orang yang menganut paham demokratis, apalagi saya juga ketua Partai Demokrat. Selesai Pilgub ya selesai,” tukas istri Nina Soekarwo ini. Selain itu, hubungan dengan Khofifah beberapa tahun belakangan ini cukup baik. Mulai dari pertemuan di Grahadi beberapa tahun lalu setelah pilgub 2013 selesai. “Lalu tempat untuk HKSN saya fasilitasi, kan itu sudah jauh hari. Saya juga sempat mendapat penghargaan dari beliau karena Jawa Timur bagus di bidang kebencanaan. Hubungan Ini profesional sekali,” papar Soekarwo. Posisi Gus Ipul Soekarwo juga mengungkapkan sedikit soal hubungannya dengan Wagub Gus Ipul yang sudah mendampinginya dua periode. Menurutnya, Gus Ipul adalah teman baik. “Saya sejak dulu, Gus Ipul itu sohib saya. Secara pribadi saya dekat dan saya bantu dukungan Gus Ipul (maju gubernur). Tapi ini kan keputusan partai, maka harus kita pisahkan. Ya memang hidup itu kan dilema,” urainya. Pakde mengaku harus membedakan, hubungan secara pribadi dengan hubungan perihal lembaga atau partai politik. Karena tidak mungkin dirinya sudah sepuluh tahun kumpul bareng Gus Ipul lalu, tidak memberi support secara pribadi. Tapi secara kelembagaan (partai) tidak mungkin, karena Partai Demokrat bukan miliknya. “Partai Demokrat ini bukan milik saya, Besok saya dipecat juga bisa,” tandasnya. Soekarwo juga menegaskan tidak mungkin akan kampanye untuk siapa-siapa di Pilgub Jatim 2018 nanti. “Gubernur kan tidak boleh ikut kampanye,” tandas Pakde. Terkait Demokrat yang membuka pendaftaran cagub jilid 2, Wakil Gubernur Jatim ini mengaku terkejut. Apalagi saat Khofifah Indar Parawansa, sang penantang itu, ternyata sama-sama mendaftar ke Partai Demokrat. Bahkan, tak sekedar mendaftar, Khofifah disebut-sebut punya kans lebih besar mendapat rekom Demokrat ketimbang Gus Ipul, karena Khofifah langsung komunikasinya dengan Susilo Bambang Yudhoyono Ketum PD. "Ya.. Saya terkejut, sebab kok tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Tapi gak masalah Partai Demokrat mau buka jilid 2, atau bahkan jilid 3 saya tetap akan menghormati mekanisme internal partai Demokrat," ungkap Gus Ipul yang tetap optimis bakal mendapatkan rekom dari Partai Demokrat. Respon PKB dan PDIP Munculnya dukungan untuk Khofifah, disikapi santai oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. “PKB kan sudah selesai secara administratif. Kita sudah memberikan dukungan secara resmi kepada Gus Ipul. Kenapa SK rekom resmi belum keluar? Ya kami kan menunggu partai koalisi, yang kali ini adalah PDIP. Kalau mereka sudah memunculkan nama, maka SK resmi akan diterbitkan,” ujar Muhaimin ditemui di kampus Unair, kemarin (2/10). Mengenai langkah Khofifah yang mendaftar ke Demokrat, Muhaimin mengatakan bukan masalah. Justru, dengan begitu ia memprediksi Pilgub Jatim hanya akan diikuti oleh dua pasang calon. Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPD PDIP Sri Untari menyatakan bahwa langkah Khofifah tersebut tidak mempengaruhi sikap politik dari partai berlogo banteng itu. Hanya saja, PDIP masih menutup rapat terkait informasi nama yang memperoleh rekomendasi sebagai Cagub dan Cawagub pada Pilgub Jatim. Sebab, keputusan berada di tangan Ketum PDIP Megawati. “Tidak berubah. Dan belum ada info lanjutan untuk Cawagub,” kata Untari dikonfirmasi terpisah. Kemampuan Khofifah Meski Khofifah mendapat dukungan besar maju di Pilgub Jatim 2018, namun kemampuannya mengelola potensi ekonomi di Jawa Timur masih dipertanyakan. Guru besar Universitas Airlangga (Unair) Tjiptohadi Sawarjuwono, misalnya. Ekonom ini sangsi Khofifah bisa seperti Pakde Karwo. Terlebih lagi, dalam dua periode kepemimpinan Soekarwo, pertumbuhan ekonomi Jatim lebih tinggi di atas nasional. " Susah, karena Khofifah politikus. Sedangkan Pakde birokrat yang memang sangat paham kebutuhan rakyatnya. Jadi, kemungkinannya Khofifah bisa sama, sangat kecil," kata Tjipto singkat Pengamat ekonom asal Universitas Trunojoyo Achdiar Redy punya pandangan berbeda. Menurutnya, Pak Karwo dengan Jatimnomics-nya terbukti berhasil meletakkan fondasi kokoh pembangunan ekonomi di Jatim. Hasilnya pertumbuhan ekonomi Jatim di atas rata-rata nasional beberapa tahun terakhir. Investasi juga tumbuh baik. Serta beberapa indikator ekonomi lainnya menunjukkan tren positif. Karena itu, lanjutnya, Khofifah jika nantinya memenangi Pilgub, hanya akan meneruskan saja fondasi yang dibangun Pakde Karwo. "Untuk leadership, sekelas Khofifah yang sudah jadi menteri, pasti memiliki itu. Tapi ketika ditanya tentang visi ekonominya masih belum bisa dinilai. Sebab beliau belum membuktikan langsung dalam mengonsep dan merealisasikan visi terkait ekonominya," papar Redy. Meskipun demikian, menurut Redy, pengganti Pakde Karwo nanti siapapun orangnya memiliki tugas yang lumayan ringan untuk melanjutkan trend ekonomi di Jawa Timur. "Saya pikir siapapun penerusnya tinggal melanjutkan saja. Yang penting mampu menjaga komunikasi baik dengan semua stakeholder. Juga komitmen terhadap UMKM dalam beragam fasilitasi yang mendukung tumbuh berkembangnya," pungkasnya. n
Tag :

Berita Terbaru

Mbak Wali Tekankan Kesiapan Lintas Sektor Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Mbak Wali Tekankan Kesiapan Lintas Sektor Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Rabu, 11 Mar 2026 22:49 WIB

Rabu, 11 Mar 2026 22:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan arahan terkait beberapa upaya menghadapi mudik lebaran. Arahan tersebut disampaikan…

Mbak Wali Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 di Rapat Paripurna DPRD

Mbak Wali Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 di Rapat Paripurna DPRD

Rabu, 11 Mar 2026 22:48 WIB

Rabu, 11 Mar 2026 22:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan penjelasan terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025…

PLN UIT JBM Berbagi Kebahagiaan Ramadan Dengan Pengemudi Ojol di Gresik

PLN UIT JBM Berbagi Kebahagiaan Ramadan Dengan Pengemudi Ojol di Gresik

Rabu, 11 Mar 2026 18:32 WIB

Rabu, 11 Mar 2026 18:32 WIB

SurabayaPagi, Gresik – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang penuh makna, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT …

Selama Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Blitar Ungkap  Peredaran Narkoba, dengan 29 tersangka

Selama Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Blitar Ungkap  Peredaran Narkoba, dengan 29 tersangka

Rabu, 11 Mar 2026 17:18 WIB

Rabu, 11 Mar 2026 17:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Dalam operasi Pekat Semeru 2026 awal Januari sampai 10 Maret 2026 Satuan Reserse Narkoba  Polres Blitar berhasil mengungkap kasus …

Momen Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, PLN Siagakan 5.524 Personel Amankan Keandalan Listrik di Jatim

Momen Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, PLN Siagakan 5.524 Personel Amankan Keandalan Listrik di Jatim

Rabu, 11 Mar 2026 15:58 WIB

Rabu, 11 Mar 2026 15:58 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memastikan kesiapan penuh dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama p…

Hadir di Surabaya, ORIS Ajak Masyarakat Jatim Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

Hadir di Surabaya, ORIS Ajak Masyarakat Jatim Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

Rabu, 11 Mar 2026 14:51 WIB

Rabu, 11 Mar 2026 14:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) memperkenalkan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS) kepada masyarakat Jawa T…