Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa Muhaimin Iska

REKTOR UNAIR DIGOYANG

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (Dr HC) yang diberikan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, berbuntut panjang. Civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair menolak pemberian gelar doktor HC tersebut, bahkan akan membawanya ke jalur hukum. Pasalnya, mereka menilai kebijakan Rektor Unair M. Nasih itu tidak sesuai prosedur. Bahkan, diduga ada politik transaksional. Nasih, mulai digoyang. Bahkan ada rencana, Rektor dari Fakultas Ekonomi ini akan digugat melalui PTUN. Terutama atas pemberian Dr.HC, kepada Muhaimin Iskandar, politikus asal Jombang yang pernah berseteru dengan tokoh NU kultural, Gus Dur. -------------- Laporan : Ibnu F Wibowo, Editor : Ali Mahfud -------------- Muhaimin, Selasa (3/10/2017), secara resmi dikukuhkan sebagai Doktor Honoris Causa ke-5 di Universitas Airlangga. Gelar tersebut diberikan di bidang sosiologi politik. Namun pemberian gelar itu dinilai cacat prosedur, lantaran Departemen Politik dan Departemen Sosiologi Unair belum menyetujui pemberian Dr HC terhadap Muhaimin. Karena itulah, civitas akademika Fisip Unair memprotes keras kebijakan Rektor Unair. Airlangga Pribadi, perwakilan Fisip Unair mengungkapkan, gelar tersebut belum memenuhi kualifikasi seperti disebutkan pada Permendikbud RI No 21 tahun 2013 tentang Pemberian Doktor Kehormatan. Selain itu, pemberian gelar kepada Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar, juga belum memenuhi peraturan Rektor Unair No. 22 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemberian Gelar Penghargaan Doktor Kehormatan. “Di Pasal 1 ayat 2 serta pasal 3 Permendikbud itu sudah tertulis jelas, masalahnya apa semua sudah dilakukan dengan cara memenuhi kualifikasi? Penolakan yang dilakukan oleh Civitas Fisip Unair ini bukan hanya dilakukan oleh dosen saja. Melainkan juga dari perwakilan mahasiswa dan alumni,” tandas Airlangga di kampus Fisip Unair, kemarin. Dia menegaskan, pihaknya bukan mempersoalkan pemberian gelar itu kepada personal. Dalam hal ini Muhaimin Iskandar yang kebetulan menjabat Ketum PKB. Menurut Airlangga, tidak ada unsur politis dalam penolakan ini, tapi Civitas FISIP menilai ada proses yang berjalan secara tidak terbuka, transparan, dan tidak partisipatif. "Bagaimana misalnya, Muhaimin Iskandar mendapat gelar doktor HC bidang Sosiologi Politik, namun ditolak oleh Departemen Sosiologi. Artinya, proses tersebut tidak mengindahkan dan memperhatikan konsiderasi dari dosen-dosen Departemen Politik, Sosiologi dan dosen dari FISIP secara umum. Kami membela kehidupan akademik yang fair," papar dosen bergelar PhD dari Murdoch University itu. Mereka menilai kontribusi Muhaimin Iskandar dalam bidang Multikultural Politik atau Sosiologi Politik dan kemanusiaan masihlah minim. Prestasi kemanusiaan adalah salah satu yang menjadi ukuran pemberian doktor HC. Karena itu, menurut Airlangga, aksi penolakan tersebut sebagai bentuk perwujudan keprihatinan civitas akademika Fisip. “Hal tersebut menunjukkan adanya kecenderungan pengelolaan Universitas yang politis. Selain itu juga tidak akademis, dan tidak professional akhir-akhir ini,” tambahnya. Bahkan, Airlangga mengatakan bahwa civitas akademika Fisip saat ini sedang mengkaji untuk mengambil langkah lebih lanjut. Salah satunya dengan mengajukan gugatan. “Kami sedang meneliti apa-apa yang dilanggar. Apa ada mal administrasi atau tidak. Tidak menutup kemungkinan untuk diajukan gugatan PTUN. Tujuan kami adalah memberikan pelajaran agar pengelolaan yang buruk tidak terus berlanjut. Gelar Doktor (HC) tersebut juga bisa dicabut apabila gugatan yang akan diajukan nanti menang,” tegas Airlangga. Wakil Dekan I Fisip Unair Budi Prasetyo menambahkan dirinya juga turut serta dalam pergerakan yang dilakukan tersebut. Menurutnya, pangkal masalah yang terjadi adalah karena ada kekurangjelasan SOP dalam penganugerahan gelar tersebut. “Apabila SOPnya sudah jelas. Point-point untuk dasar penganugerahan sudah jelas. Maka, saya rasa konflik seperti ini tidak mungkin terjadi. kan tingal main check list saja kalau sudah begitu. Lah selama ini kan tidak jelas. Sehingga, ada ketidakjelasan informasi yang beredar di bawah,” terang Budi.
Tag :

Berita Terbaru

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo  ‎

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo ‎

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Terdakwa kasus dugaan korupsi CSR TPA Winongo, Rochim Ruhdiyanto, mengaku mendapat perintah lisan dari Wali Kota Madiun nonaktif Mai…

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya menekan lonjakan kasus penyakit tidak menular (PTM) yang terus membebani pembiayaan kesehatan menjadi perhatian serius. Untuk i…

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Arus lalu lintas di perempatan Jl. Mayjend Panjaitan Kota Madiun tampak semrawut setelah lampu lalu lintas di lokasi tersebut padam …

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta baru kembali terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pemerasan berkedok tanggung jawab sosial perusahaan (TS…

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Pengusaha pengembang perumahan Citra Puri Majapahit 3 dan Citra Puri Pajajaran Joko Wijayanto mengungkapkan peran Wali Kota Madiun n…

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

SurabayaPagi, Probolinggo – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk m…