Myanmar Obral Janji Pulangkan Etnis Rohingya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekitar hampir setengah juta warga etnis Rohingya kabur dari kejaran tentara dan warga sipil Buddha garis keras Myanmar. Mereka meninggalkan perkampungan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, setelah aparat keamanan menggelar operasi militer yang mengarah kepada pembantaian massal. NAYPYIDAW, M. Burhanudin. Pemerintah Myanmar mengumbar janji bakal menerima kembali etnis minoritas muslim Rohingya mengungsi ke wilayah perbatasan Bangladesh. Namun, kekhawatiran mencuat kalau tawaran itu cuma omong kosong Myanmar lantaran mereka punya syarat yang mempersulit etnis Rohingya boleh kembali. Menteri Luar Negeri Bangladesh, A.H. Mahmood Ali, mengatakan sudah bertemu dengan Menteri Penasihat Negara Myanmar, Kyaw Tint Swe, dan membicarakan soal etnis Rohingya. Dia mengatakan memang ada kemungkinan proses repatriasi terhadap etnis Rohingya. "Myanmar sudah mengajukan penawaran akan menerima kembali pengungsi Rohingya," kata Mahmood. Meski demikian, Mahmood tidak merinci kapan proses repatriasi etnis Rohingya dilakukan. Dia juga tidak menjawab pertanyaan apakah sekitar 300 ribu etnis Rohingya kabur lebih dulu ketika awal mula pecah kerusuhan, juga bakal dibolehkan kembali ke Myanmar. Dia cuma menyatakan kalau Bangladesh dan Myanmar bersiap membentuk tim terpadu buat proses repatriasi itu. Kendati begitu, Tint Swe menyatakan Myanmar cuma mau menerima etnis Rohingya yang lolos persyaratan, mengacu kriteria disahkan pada 1993 antara kedua negara. Di masa lalu tepatnya pada awal 1990-an hingga 2005, sekitar 250 ribu etnis Rohingya dikembalikan ke Myanmar. "Masalah ini akan diselesaikan secara bilateral, beradab, dan mengedepankan kepentingan nasional kedua negara," kata Tint Swe. Tawaran Myanmar memulangkan pengungsi Rohingya memang manis. Namun, masih menimbulkan kekhawatiran akan nasib mereka di kemudian hari. Sebab, seluruh perkampungan etnis Rohingya sudah rata dengan tanah karena dirusak dan dibakar oleh tentara Myanmar. Apalagi, persoalan paling penting adalah seluruh etnis Rohingya tidak mempunyai identitas kewarganegaraan. Sebab Myanmar sampai saat ini tidak mengakui mereka sebagai warganya, dan dianggap pendatang gelap. Padahal mereka sudah hidup dan menetap sekian generasi di Negara Bagian Rakhine. Pemerintah Myanmar berkali-kali menyebut mereka kaum Bengali dan dianggap imigran dari Bangladesh. Menurut pengamat hubungan internasional dari Universitas Jahangirnagar, Shahab Enam Khan, hal ini menjadi hambatan besar karena Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi, berkeras hanya menerima pengungsi yang sudah memiliki kewarganegaraan. Lantas pertanyaan besarnya apa patokan Myanmar melakukan verifikasi terhadap etnis Rohingya, yang jelas-jelas mereka tidak mempunyai identitas itu. "Orang Rohingya pergi ke Bangladesh tanpa membawa dokumen kewarganegaraan apapun, dan sulit membuktikan identitas mereka," kata Shahab. Dengan kondisi itu, jika repatriasi dilakukan, maka sepertinya tidak menyelesaikan masalah. Sebab bisa saja di kemudian hari etnis Rohingya kembali menjadi sasaran persekusi karena status kewarganegaraan mereka, latar belakang ras, ataupun agama mereka anut. 01
Tag :

Berita Terbaru

Cegah ‘Overload’ TPA Supit Urang, Pemkot Malang Optimalisasi Pengolahan Hulu

Cegah ‘Overload’ TPA Supit Urang, Pemkot Malang Optimalisasi Pengolahan Hulu

Kamis, 16 Jul 2026 11:14 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 11:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi terjadinya overload atau kelebihan akibat beban sampah yang diolah di TPA Supit…

Tahun 2026, Pemkot Malang Upayakan 109 PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Tahun 2026, Pemkot Malang Upayakan 109 PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Kamis, 16 Jul 2026 11:06 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 11:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti masih banyak pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu di lingkup Kota Malang, Jawa Timur, saat…

Kualitas Demokrasi Jawa Timur 4 Besar Nasional, Komisi A Dorong Penegakan dan Sosialisasi Perda ke Masyarakat

Kualitas Demokrasi Jawa Timur 4 Besar Nasional, Komisi A Dorong Penegakan dan Sosialisasi Perda ke Masyarakat

Kamis, 16 Jul 2026 11:03 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 11:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) untuk Provinsi Jawa Timur menunjukkan capaian yang sangat positif. Berdasarkan rilis terbaru dari …

5 Tahun Pendapatan Perumdam Kota Madiun Tak Sesuai Target, Pengamat: Jangan Sampai Salah Pilih Direksi  ‎

5 Tahun Pendapatan Perumdam Kota Madiun Tak Sesuai Target, Pengamat: Jangan Sampai Salah Pilih Direksi ‎

Kamis, 16 Jul 2026 08:43 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 08:43 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengamat kebijakan publik sekaligus Direktur Statistika Indonesia, Nu'man Iskandar, menyoroti kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Min…

Bandar di Buenos Aires, Prediksi Inggris 1-2 Argentina

Bandar di Buenos Aires, Prediksi Inggris 1-2 Argentina

Kamis, 16 Jul 2026 01:25 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Laga di Atlanta, menghadirkan rivalitas panjang yang telah menghasilkan banyak momen bersejarah di panggung Piala Dunia. Tiket menuju partai…

Para Bookmaker Global Condong ke Argentina

Para Bookmaker Global Condong ke Argentina

Kamis, 16 Jul 2026 01:22 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Meskipun Inggris sedikit diunggulkan untuk menang dalam waktu normal, peta kekuatan berbalik saat bicara opsi To Advance / To Qualify (tim…