Khofifah Menguntungkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Siapa yang bakal diusung Calon Gubernur (Cagub) Jatim oleh PDIP masih menjadi teka-teki. Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang disebut-sebut bakal dicalonkan pun membantah jika Cagub dari PDIP itu dirinya. Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah memastikan Cagub pada Pilgub Jatim 2018 adalah Saifullah Yusuf. Wagub Jatim dua periode yang akrab dipanggil Gus Ipul itu, bahkan telah menerima surat rekomendasi yang diteken Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Bagaimana dengan Khofifah Indar Parawansa yang hingga kini belum juga mendapat izin maju Pilkada dari Presiden Jokowi? Laporan : Ibnu F Wibowo, Riko Abdiono, N. Bakrie, Editor: Ali Mahfud Lima partai politik (parpol) disebut-sebut bakal mendukung Khofifah maju sebagai cagub di Pilgub Jatim 2018. Selain Golkar, ada Nasdem, Hanura, PPP dan Demokrat. Namun, baru Nasdem dan Golkar yang telah memastikan bakal mengusung wanita yang sekarang menjabat Menteri Sosial (Mensos) itu. Jika dihitung, Golkar dan Nasdem baru memiliki 15 kursi di DPRD Jatim. Karena itu, Khofifah masih membutuhkan setidaknya lima kursi lagi untuk bisa melenggang di Pilgub Jatim 2018. Dengan posisi ini, Partai Demokrat mempunyai bargaining power, lantaran memiliki 13 kursi di DPRD Jatim. Sedang Hanura dan PP masing-masing 2 dan 5 kursi. Menanggapi hal ini, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo mengatakan kini partainya sedang pada tahapan mengkaji lebih lanjut dalam kaitan Pilgub Jatim 2018. Menurutnya, kajian tersebut dengan mempertimbangkan nama-nama Bacagub yang telah mendaftar melalui Partai Demokrat. "Tentunya, bahasan kita adalah terkait bagaimana bentuk power sharingnya. Semisal, kalau dengan Gus Ipul nanti di partai koalisi kita posisinya bagaimana atau kalau dengan Khofifah kita bagaimana," kata Pakde ketika ditemui di Gedung DPRD Jatim, Kamis (12/10) kemarin. Menurut dia, bentuk power sharing tersebut merupakan praktek wajar dalam dunia politik. "Bukan, bukan bentuk politik transaksional," tambah Gubernur Jatim yang akrab disapa Pakde Karwo ini. Selanjutnya, pasca telah ditentukan bentuk skema power sharing dengan Cagub yang diinginkan, Pakde mengatakan bahwa DPP Partai Demokrat akan menerbitkan Surat Tugas kepada Cagub tersebut. Hanya saja, Pakde menggarisbawahi bahwa Surat Tugas ini sangat berbeda dengan SK Rekomendasi. "Tapi, kalau cocok, biasanya dalam satu atau dua hari akan langsung terbit surat rekomendasinya. Seperti di Lampung kemarin begitu, begitu juga di Papua, lalu Maluku Utara," jelas Pakde lebih lanjut. Dimintai pendapatnya, pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam mengatakan bahwa saat ini Pakde Karwo berada pada posisi dilematis. “Karena ini posisi Pakde sebagai orang yang dibantu Gus Ipul selama 10 tahun, tentunya menjadikan ada beban moral psikis yang besar pada dirinya. Tapi di sisi lain, kalau melihat sisi elektoral untuk partai, Khofifah lebih menguntungkan," kata Rokim. Memilih Khofifah, menurut Rokim lebih lanjut, akan memberikan efek electoral yang lebih realistis kepada Partai Demokrat. "Tapi, itu memang pilihan yang sulit. Kalau pendekatan yang digunakan adalah psikis Pakde dan psikologi massa, ya Partai Demokrat akan ke Gus Ipul. Tinggal dilihat saja, mana yang diambil Partai Demokrat nanti," ungkapnya. Pendukung Khofifah Solid Terpisah, Wakil Ketua Bappilu DPW Partai Nasdem Jatim, Muzammil Syafii, optimistis pendukung Khofifah di Pilgub Jatim 2018 solid. Meski para Kiai dan Nyai pengasuh pondok pesantren di Jatim telah mendeklarasikan mendukung Gus Ipul. "Saya tidak yakin suara Muslimat NU pecah. karena yang saya tahu massa muslimat NU itu solid dan agak susah untuk digembosi. Apalagi beralih dukungan dari Khofifah," kata pria yang juga anggota DPRD Jatim itu. Khofifah, lanjut Muzammil, sudah jauh-jauh hari membangun pondasi dan menyiapkan kekuatan sebelum menyatakan maju pada Pilgub Jatim untuk yang ketiga kalinya. Menurutnya, kekuatan Khofifah menyebar di seluruh daerah pelosok di 38 kabupaten/kota di Jatim. "Bu Khofifah ini memiliki kemampuan diatas rata-rata, mampu meneruskan program-program dari Gubernur Soekarwo," kata mantan Wakil Bupati Pasuruan itu. "Saat ini NasDem terus membangun komunikasi politik dengan parpol lainnya seperti Demokrat, Hanura, untuk bersama mendukung dan mengusung Khofifah di Pilgub Jatim," imbuh dia. Elektabilitas Khofifah Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai Khofifah lebih baik didampingi tokoh lokal Jawa Timur dalam Pilgub Jatim 2018. "Khofifah belum ketahuan siapa pendampingnya, menurut saya ambil tokoh lokal Jawa Timur," ujar Hendri Satrio. Ia menilai, tokoh lokal Jawa Timur akan turut mendongkrak elektabilitas Khofifah, selain dukungan dari simpatisan Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, Khofifah juga dinilai lebih baik memilih wakil yang bisa masuk dan diterima di semua kalangan. "Saya kira wakilnya (yang mendampingi Khofifah) harus yang lebih nasionalis," ujarnya. Khofifah dinilai punya kans seimbang dengan calon yang juga telah resmi didukung partai politik yakni Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Wakil Gubernur Jatim itu resmi diusung PKB. Hendri mengatakan, Khofifah tinggal memantapkan simpatisan dan pendukung setianya. Pasalnya, pada kesempatan pemilihan Pilkada Jatim 2008 dan 2013, Khofifah memiliki jumlah suara pemilih yang cukup tinggi. "Khofifah yang berkali-kali mencoba (mencalonkan diri) juga menyimpan elektabilitas. Khofifah hanya tinggal menaikkan sedikit elektabilitasnya, maka dia bisa menang," tandas Hendri. Risma Membantah Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali menegaskan jika dirinya tidak memiliki rencana mencalonkan sebagai Gubernur Jatim. Hal itu sudah disampaikan ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri maupun Sekjen PDIP Hasto Kristyanto yang telah menemuinya. "Aku sudah ngomong kalau tidak ingin nyalon. Kalau ada sesuatu yang terjadi bukan kehendak saya, tapi kehendak Allah," tandas Risma di hadapan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal usai deklarasi damai antara bonek dengan PSHT di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (12/10) kemarin. Ditanya soal PDIP yang akan mengumumkan cagub dan cawagub Jatim pada 15 Oktober 2017, Risma meyakini bukan dirinya yang akan diusung PDIP. "Aku sudah sampaikan ke Pak Hasto, sampaikan ke Bu Mega, Insya Allah bukan (cagub Jatim dari PDIP). "Tapi kita semua tidak tahu rahasia Tuhan, tapi tidak kepingin aku," papar Risma. n
Tag :

Berita Terbaru

Bupati PKB Peras Staf untuk THR

Bupati PKB Peras Staf untuk THR

Minggu, 15 Mar 2026 20:50 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:50 WIB

Bupati Cilacap Tugaskan Sekda, Cari Dana ke Setiap Perangkat Daerah Sebesar Rp 515 juta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK resmi menahan Bupati Cilacap S…

Bupati "Setor" THR ke Forkopimda, Terjadi Dimana-mana

Bupati "Setor" THR ke Forkopimda, Terjadi Dimana-mana

Minggu, 15 Mar 2026 20:43 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus Bupati Cilacap yang diduga meminta sejumlah uang dari tiap perangkat daerah di Kabupaten Cilacap dengan "target setoran"…

Presiden Perintahkan Kapolri Usut Tuntas dan Transparan

Presiden Perintahkan Kapolri Usut Tuntas dan Transparan

Minggu, 15 Mar 2026 20:42 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS,…

Aktivis KontraS, Teriak Kesakitan

Aktivis KontraS, Teriak Kesakitan

Minggu, 15 Mar 2026 20:39 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Andrie sontak berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya. Berdasarkan kronologi dari KontraS, Andrie Yunus sedang mengendarai…

Bahlil Gertak Penjual Minyak di Singapura

Bahlil Gertak Penjual Minyak di Singapura

Minggu, 15 Mar 2026 20:37 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:37 WIB

Kini Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran 2026     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kebutuhan BBM menjelang Lebaran 2026 diproyeksikan meningkat signifikan, m…

Puasa di Zaman Alkitab

Puasa di Zaman Alkitab

Minggu, 15 Mar 2026 20:35 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ramadan adalah bulan kesembilan menurut kalender lunar, bulan di mana orang-orang menyatakan puasa di hadapan Tuhan dalam Alkitab…