Kuda Nil Terancam Punah Akibat Perburuan Ilegal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kuda nil mengalami ancaman kepunahan pada 100 tahun mendatang. Pasalnya, manusia semakin banyak memburu gigi kuda nil untuk dijadikan ornamen. Seperti dilansir dari Foxnews ancaman kepunahan tersebut sebelumnya juga menimpa gajah yang gadingnya banyak diburu manusia. Hal semacam ini dianggap sebagai suatu bentuk keserakahan manusia yang tidak pernah puas menjarah alam dan mengesampingkan eksistensi dari makhluk hidup lainnya di muka bumi. Menurut sebuah penelitian, sejak tahun 1975, setidaknya 1,7 juta pon gigi kuda nil telah diperdagangkan di seluruh dunia. Seperti yang dikatakan oleh peneliti dari Universitas Hong Kong, 90 persen perdagangan gigi kuda nil telah melewati kota bisnis tersebut. Dari 90 persen gigi kuda nil yang diperdagangkan melalui Hong Kong tersebut, 75 persen diantaranya berasal dari Uganda dan Tanzania. Sama seperti Hong Kong, kedua negara Afrika tersebut juga melaporkan volume perdagangan legal mereka ke CITES, sebuah organisasi yang memantau perdagangan spesies yang terancam. Sampai saat ini, menurut hasil penelitian, volume perdagangan yang dilaporkan tidak bertambah. Data CITES menunjukkan perdagangan gigi kuda nil dari Tanzania ke Hong Kong terus meningkat sejak 1980. Namun data tersebut berbanding terbalik dengan data ekspor yang dikeluarkan Tanzania. Sedangkan data dari Uganda ke Hong Kong lebih sedikit sejak 1991 dibandingkan dengan laporan yang dikeluarkan oleh negara Uganda sendiri. Laporan data tersebut juga tersaji di Jurnal Ekologi Afrika. Secara keseluruhan, terdapat 30.860 pon gigi kuda nil diperdagangkan. Yang artinya, setara dengan 2.700 kuda nil atau 2 persen dari populasi global hewan, menurut laporan Quartz. "Jika pihak berwenang tidak lebih sering memantau perdagangan internasional spesies yang terancam, spesies tersebut dapat dieksploitasi secara brutal, yang dapat menyebabkan kepunahan," kata penulis studi tersebut, Alexandra Andersson, dalam sebuah pernyataan. (FF/KMP)
Tag :

Berita Terbaru

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…

Polemik Dana AUBMO, Unair Temukan Pelanggaran Administrasi dan Tata Kelola Keuangan

Polemik Dana AUBMO, Unair Temukan Pelanggaran Administrasi dan Tata Kelola Keuangan

Selasa, 16 Jun 2026 18:57 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Airlangga (Unair) akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik pengelolaan dana yang melibatkan Airlangga University B…