Sedekah Bumi ala Warga di Surabaya

Arak-arakan Hasil Bumi Semakin Magis saat Diiringi Gamelan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Di jaman milenial dan se-modern seperti sekarang, bukan berarti masyarakat di perkotaan menghilangkan budaya yang diturunkan para leluhurnya. Faktanya, di kota sebesar Surabaya saja, budaya yang diturunkan nenek moyang mereka, masih terus dipertahankan. Salah satu kampung di Surabaya yang masih memegang teguh budaya itu adalah warga di Pedukuhan Sepat RW. 03 dan RW. 05, Kelurahan Lidah Kulon Kecamatan Lakarsantri Surabaya. Seperti apa budaya itu? Laporan : Narendra Bakrie Minggu (15/10/2017) pagi, menjadi hari yang dinanti-nanti oleh semua warga di RW 03 dan 05, Pedukuhan Sepat, Kelurahan Lidah Kulon Kecamatan Lakarsantri Surabaya. Sebab hari itu, merupakan hari perayaan bagi mereka. Sebab, acara akbar setahun mereka langsungkan. Acara rutinan itu adalah sedekah bumi. Tajuk yang mereka usung yaitu 'Dengan Semangat dan Mempersatukan Warga Sepat Lidah Kulon Serta Memelihara Adat dan Budaya Kampung Lawas'. Start sekitar pukul 08.00 Wib, ratusan warga Sepat Lidah Kulon melakukan arak-arakan sepanjang jalan raya. Mereka berbondong-bondong berjalan kaki dengan membawa hasil bumi dan makanan. Seperti Hasil padi, sayur-mayur, buah-buahan seperti melon semangka dan terong, serta banyak lagi. Selain itu, beberapa replika berupa patung besar, juga mereka arak. Semua yang mereka bawa, merupakan hasil jerih payah semua warga yang turut serta dalam acara itu. Mereka berjalan kaki menuju Balai RW 03 kampung tersebut. Arak-arakan warga itu terasa magis, saat gamelan yang mengiringi reog ponorogo, ditabuh. Belum lagi, alunan irama ludruk khas Jawa Timuran yang begitu tampak terdengar. Semua warga terlihat larut dalam suasana jaman dahulu kala. Dimana masa-masa itu, hasil bumi menjadi satu-satunya pengharapan mereka untuk menyambung kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Mardu Sugiono, ketua panitia sedekah bumi menjelaskan, sedekah bumi itu digelar agar Pedukuhan Sepat Lidah Kulon diberikan keselamatan dan kesejahteraan oleh Allah SWT. "Selain itu, acara tahunan ini sebagai sarana kami untuk memperkuat jalinan silahturahmi dalam bermasyarakat. Tapi yang terpenting yaitu sebagai ucapan rasa syukur atas hasil bumi kami yang melimpah,” katanya disela-sela acara. Secara history, lanjut Mardu, nama Pedukuhan Sepat itu sendiri diambil dari sebuah cerita. Yaitu pada tahun 1973-an ada sebuah pohon sepat. Kala itu, pohon sepat dianggap sebagai pohon keberuntungan bagi penduduk asli Sepat Lidah Kulon. Sehingga warga merasakan berkah tersendiri. Sebab saat itu, hasil panen mayoritas penduduk Dukuh Sepat (warga sepat) yang merupakan petani, sangat melimpah," paparnya. Di tempat yang sama, Nuryadi, Ketua RW. 05, menyampaikan, dukungan masyarakat Sepat Lidah Kulon dalam perayaan sedekah bumi kali ini dinilainya sangat antusias. Sebab, sedekah bumi ini merupakan tradisi (ritual desa) yang wajib digelar setiap setahun sekali. "Ini kami lakukan agar semua masyarakat Dukuh Sepat Lidah Kulon bisa mengerti tentang budaya dan bagaimana melestarikannya. Dan tentu agar tetap dipertahankan hingga anak cucu kita nanti,” kata pria yang akrab dipanggil Mr Bosas ini.
Tag :

Berita Terbaru

Raih Kemenangan di Hari yang Fitri, Masjid An-Nur Dukuhsari Jabon Gelar Sholat Idulfitri 1447 H/2026 M Sabtu Ini

Raih Kemenangan di Hari yang Fitri, Masjid An-Nur Dukuhsari Jabon Gelar Sholat Idulfitri 1447 H/2026 M Sabtu Ini

Sabtu, 21 Mar 2026 07:49 WIB

Sabtu, 21 Mar 2026 07:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Marilah Kita Merajut Tali Persaudaraan untuk meraih kemenangan dan keberkahan di Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/tahun 2026…

Terjebak Hampir 12 Jam, Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Terjatuh Dalam Septic Tank

Terjebak Hampir 12 Jam, Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Terjatuh Dalam Septic Tank

Jumat, 20 Mar 2026 13:36 WIB

Jumat, 20 Mar 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Lansia tewas  Karminem 60 warga Desa Krisik Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, di temukan tewas dalam …

Kokola Group Konsisten Dampingi Mudik Gratis Jatim, Tebar Sharing Happylicious untuk 4.000 Pemudik

Kokola Group Konsisten Dampingi Mudik Gratis Jatim, Tebar Sharing Happylicious untuk 4.000 Pemudik

Jumat, 20 Mar 2026 12:37 WIB

Jumat, 20 Mar 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Program Mudik Gratis Angkutan Lebaran tahun 2026/1447 H yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tak…

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga di Blitar tergopoh gopoh padamkan api yang membakar sebuah Ruko milik Pasutri Adi Kurniawan dan Sri Sulastri warga Desa…

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk kembali menggelar program mudik gratis Kembali Seru Bersama (KURMA) 2026 untuk mendukung perjalanan …

Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Kamis, 19 Mar 2026 13:07 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 13:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik memperingati milad ke-8 pada 19 Maret 2026 dengan mengusung tema “…