Korban punya riwayat gangguan jiwa, diduga kuat bu

Pria Pengangguran Tewas, Terjun dari Lantai 5 TP

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kamis (19/10/2017) malam kemarin, pengunjung Tunjungan Plaza (TP) 1 Surabaya gempar. Mereka mendapati seorang pria terjun bebas dari lantai 5 pusat perbelanjaan itu. Pria itu akhirnya tewas dengan kondisi sejumlah bagian tubuhnya patah. Jasad pria itu ditemukan pertama kali oleh sekuriti mall sekitar pukul 21.30 Wib. Pria tersebut tergeletak dalam keadaan telentang di lantai paving jalur pintu masuk parkir mall. Dari pantauan Surabaya Pagi di TKP, pria tersebut tidak menggunakan alas kaki. Dia mengenakan celana pendek jeans, kaos dan jaket. Tidak ada darah yang keluar dari tubuh pria itu. Sejumlah sekuriti TP dan anggota Polsek Tegalsari Surabaya langsung menutupi jasad pria tersebut. Jalur masuk parkir juga ditutup agar TKP steril dari warga. Namun, sejumlah pengunjung mall terlihat melihat dari lantai atas TP. Sekitar pukul 22.10 Wib, Tim Inafis Polrestabes Surabaya akhirnya melakukan identifikasi dan olah TKP. Selain itu, mereka meminta keterangan saksi mata yang pertama kali melihat. Adalah sekuriti bernama Budi Harianto (21), yang mengetahui pertama kali adanya pria jatuh tersebut. "Dari keterangan saksi ini, korban jatuh dari lantai 5. Dan setelah kami periksa, ternyata ada sepasang sandal yang kami duga milik korban di lantai 5 itu," sebut Kapolsek Tegalsari, Kompol David Trio Prasojo di TKP. Sayang, Tim Inafis tidak menemukan identitas korban saat itu. Setelah identifikasi dan olah TKP, sekitar pukul 22.27 Wib jasad korban akhirnya dievakuasi dan dibawa ke kamar mayat RSU dr Soetomo Surabaya. "Dari hasil visum dokter tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tapi memang ada bagian tubuh yang patah. Yaitu tumit kaki, pinggul dan siku kanan. Kami duga kuat korban bunuh diri," beber Kompol David. Selain melakukan visum, proses identifikasi dengan alat mambis juga dilakukan. Darisanalah, identitas korban diketahui. Korban bernama Zainul Alfian (29) warga Jalan Keputran Panjunan III/53 Surabaya. Seorang duda yang sudah pisah dengan istrinya sejak tahun 2015 lalu. Darisanalah, Polsek Tegalsari kemudian mendatangi alamat korban. Dan benar, orang tua dan kakak kandung korban membenarkan jika yang meninggal dunia itu adalah Alfian. "Menurut keterangan kakak korban yang bernama Samsul. Korban memang mengalami kelainan jiwa sesaat setelah pulang nyantri dari salah satu Pondok Pesantren di daerah Madura tahun 2012 silam," ulas Kompol David, Jumat (20/19/2017). Belum lagi, lanjut Samsul kepada petugas, dua tahun silam, Alfian bercerai dengan istrinya. Sempat jadi driver Gojek sejak awal tahun 2017. Namun Agustus 2017 kemarin dia di-suspend (pemutusan hubungan kerja) dari pekerjaannya sebagai driver. Belum lagi setelah itu ponsel miliknya hilang entah kemana. "Tiga hari terakhir korban gelisah dan cenderung temperamen serta mondar mandir kesana kemari seperti orang linglung," imbuh Kompol David menirukan keterangan Samsul. Selain mendapat keterangan itu. Kompol David fakta bahwa korban punya kelainan jiwa sejak lima tahun silam ditemukannya. Sebab dari rumah korban, pihaknya menemukan keterangan rawat jalan dari RSJ Menur, buku atau kartu pasien dari rumah sakit jiwa tersebut dan surat pengantar bahwa 26 Oktober mendatang korban harus periksa ke RSJ Menur. "Sehingga sampai saat ini, dugaan terkuat korban meninggal dunia adalah karena bunuh diri," tegas Kompol David. Kendati begitu, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan mendalam, salah satunya dengan menelisik riwayat kesehatan korban baik secara psikis maupun fisik.bkr
Tag :

Berita Terbaru

1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

Senin, 14 Sep 2026 19:21 WIB

Senin, 14 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI com, Ponorogo — Lebih dari 10.000 alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersiap kembali ke Ponorogo, Jawa Timur, untuk mengikuti Reuni A…

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…