Justin Trudeau Kecam Penunjukan Mugabe Jadi Duta WHO

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tidak hanya menilai penunjukan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe sebagai lelucon, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bahkan mengecam keputusan Badan Kesehatan Dunia ( WHO) Perserikatan Bangsa-bangsa. Ini mengingat rekam jejak Robert Mugabe yang buruk, terutama terkait pelanggaran hak asasi manusia. OTTAWA, John Robbinson. WHO menunjuk Mugabe sebagai duta WHO untuk mengatasi penyakit tidak menular. Namun, penunjukan ini mendapat kritik Trudeau. Bahkan, Trudeau menilai penunjukan Mugabe sebagai duta WHO sebagai lelucon. "Saat saya mendengar penunjukan Robert Mugabe, sejujurnya saya mengira itu adalah lelucon April Fool yang buruk," kata Trudeau, dilansir dari AFP. "Ini jelas tidak dapat diterima dan dibenarkan bahwa orang tersebut (Mugabe) akan punya peran sebagai duta untuk organisasi apa pun, apalagi WHO," ujar dia. Kementerian Luar Negeri Kanada juga meminta penunjukan Mugabe sebagai duta WHO untuk segera dibatalkan. "Mengingat pelanggaran hak asasi manusia serius yang dilakukan rezim Mugabe, penunjukan itu tidak bisa dibenarkan dan tidak bisa diterima," demikian pernyataan Kemenlu Kanada. Selain itu, Kanada juga mempertimbangkan pelayanan kesehatan yang buruk terhadap rakyat Zimbabwe di masa pemerintahan Mugabe. "Ini berlawanan dengan tujuan untuk melindungi populasi yang paling rentan di dunia," lanjut pernyataan Kemenlu Kanada. Sebelumnya, pimpinan WHO yang baru Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji Zimbabwe atas komitmennya terhadap kesehatan masyarakat. Tedros, warga Etiopia, adalah orang Afrika pertama yang memimpin WHO. Dia terpilih dengan mandat untuk menangani politisasi yang dirasakan di dalam organisasi PBB tersebut. Akan tetapi, para pengamat mengatakan, di masa pemerintahan Mugabe yang sudah berlangsung selama 37 tahun, layanan kesehatan Zimbabwe justru kian memburuk. Disebutkan, pemerintah sering tidak membayar gaji para staf dinas kesehatan, sementara pasokan obat-obatan pun sering mengalami kelangkaan. 01
Tag :

Berita Terbaru

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menghadirkan BSI Fest Ramadan 2026 di Surabaya pada 19–22 Februari 2026. Kegiatan ini me…

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Bukti Arkeologis mengungkap Flkakta Gajah Mada lahir di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur, dari Dewi Andogsari tidak …

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis bersalah kepada sejumlah debitur pembiayaan FIFGroup dalam perkara p…

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…